Ratusan Lulusan Perguruan Tinggi di Kabupaten Tasikmalaya Ikuti Pemagangan Nasional
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id — Sebanyak 245 lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti program pemagangan nasional. Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi melepas para peserta dalam apel pagi di halaman Gedung Bupati Tasikmalaya, Senin (21/9/2026).
Program tersebut menempatkan para peserta di sejumlah perusahaan untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap program itu dapat menjadi penghubung antara pengalaman akademik di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Asep mengatakan program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada lulusan baru, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia profesional.
“Melalui program pemagangan ini, mereka memiliki wadah untuk terus belajar, memotivasi diri dan meningkatkan kompetensi. Harapannya, ketika masuk ke dunia kerja, mereka benar-benar sudah siap,” ujar Asep, Senin (21/9/2026).
Menurut Asep, sebagian lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi belum memiliki pengalaman kerja yang memadai. Karena itu, program pemagangan dapat membantu peserta memahami tuntutan, ritme, serta budaya kerja di perusahaan.
Asep meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Menurutnya, pengalaman selama mengikuti magang dapat menjadi modal untuk membangun karier, termasuk membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan tetap.
“Ya, peluang mah ada saja. Siapa tahu jadi direkrut jadi pegawai tetap,” kata Asep.
Asep juga menilai program pemagangan nasional mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengurangi angka pengangguran. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong perluasan akses kerja bagi generasi muda agar mereka dapat memperoleh penghasilan.
“Ini menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya yang kemudian berdampak terhadap angka kemiskinan,” ujarnya.
Menurut Asep, pemerintah daerah menempatkan penyediaan akses kerja bagi generasi muda sebagai salah satu prioritas.
“Ini menjadi prioritas kerja pemerintah daerah. Bagaimana generasi muda bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan,” katanya.
Selain membuka kesempatan kerja di dalam negeri, Pemkab Tasikmalaya juga mendorong masyarakat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Jepang menjadi salah satu negara tujuan melalui program pemagangan dan penempatan tenaga kerja.
Namun, Asep mengingatkan calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri agar mempersiapkan diri secara matang. Salah satu kemampuan yang perlu diperkuat, kata dia, yakni penguasaan bahasa.
“Selama ini salah satu kendala tenaga kerja kita adalah bahasa. Karena itu, laboratorium bahasa juga perlu diperkuat,” ungkapnya.
Asep juga meminta Balai Latihan Kerja (BLK) meningkatkan pelatihan bagi calon tenaga kerja. Ia berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut mendukung pembiayaan pelatihan bagi masyarakat yang ingin mengikuti program kerja ke luar negeri.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja sebelum memasuki pasar kerja internasional.
Asep turut mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya yang telah mendukung pelaksanaan program pemagangan nasional.
“Terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja yang sudah bekerja untuk masyarakat,” kata Asep.
Salah seorang peserta pemagangan, Ujang, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti magang dapat membuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan tetap.
“Saya akan menunjukkan kinerja yang baik. Semoga bisa direkrut menjadi pegawai tetap. Saya magang di perusahaan yang ada di Jakarta,” kata Ujang. (***)
- Penulis: Rian Sutisna














