Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Perkuat Kesiapsiagaan Krisis Kesehatan Sumedang melalui Sistem HARMONIS
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tasikmalaya terus memperluas kontribusinya dalam mendukung transformasi digital bidang kesehatan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan melakukan pendampingan penerapan Health Crisis Risk Monitoring Information System (HARMONIS) bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Sumedang.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang pada 30 Juli 2026 tersebut diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas 35 petugas surveilans Puskesmas dan 5 petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian pengabdian yang berlangsung sejak Maret hingga Juli 2026, mulai dari persiapan, penyesuaian sistem, koordinasi dengan mitra hingga pelaksanaan pendampingan.
HARMONIS merupakan sistem informasi yang dikembangkan untuk mendukung pemantauan risiko krisis kesehatan. Sistem ini membantu petugas dalam melakukan pengisian asesmen penanggulangan krisis kesehatan, melengkapi dan mengunggah dokumen pendukung, melakukan monitoring melalui dashboard, serta menghasilkan laporan yang dapat digunakan untuk mendukung kesiapsiagaan dan pengambilan keputusan.
Penerapan HARMONIS dinilai relevan bagi Kabupaten Sumedang mengingat dinamika kejadian bencana di wilayah tersebut masih cukup tinggi. Data yang digunakan dalam kegiatan mencatat 140 kejadian bencana pada 2022, meningkat menjadi 252 kejadian pada 2023, dan sebanyak 144 kejadian pada 2024. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya ketersediaan data risiko, kerentanan dan kapasitas kesehatan yang lengkap serta terus diperbarui sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis kesehatan.
Berbeda dengan pelatihan yang hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan ini menerapkan pendekatan hands-on mentoring. Peserta secara langsung menggunakan akun HARMONIS masing-masing untuk melakukan autentikasi, mengelola akun, mengisi instrumen asesmen, mengunggah data pendukung, menggunakan fitur monitoring dan dashboard hingga mengunduh laporan.
Tim Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya mendampingi peserta secara individual maupun kelompok ketika menemukan kendala selama proses pengisian.
Hasil pendampingan menunjukkan seluruh peserta berhasil menyelesaikan praktik pengisian asesmen penanggulangan krisis kesehatan beserta data pendukungnya. Evaluasi juga menunjukkan 100 persen peserta pada akhirnya memiliki kemampuan entri data yang sangat baik setelah memperoleh pendampingan. Capaian tersebut menjadi modal penting agar pengelolaan data kesiapsiagaan krisis kesehatan di tingkat Puskesmas maupun Dinas Kesehatan dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan inovasi melalui penelitian, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan di daerah.
Melalui pengembangan dan implementasi HARMONIS, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya diharapkan dapat terus berkontribusi dalam transformasi digital kesehatan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi krisis kesehatan dan bencana, khususnya melalui pemanfaatan data yang lebih terstruktur untuk mendukung monitoring, perencanaan, dan pengambilan keputusan. Kepala Bidang P2P: Surdi Sudiana, S.KM., M.KM menyampaikan asesmen risiko krisis kesehatan ini akan menjadi bagian dari kegiatan rutin Dinas kesehatan dan puskesmas dalam rangka kesiapsiagaan kluster kesehatan di Wilayah Kabupaten Sumedang.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didukung oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya serta terlaksana melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang yang dipimpin langsung Kepala Bidang P2P: Surdi Sudiana, S.KM., M.KM, Katimker Surveilans dan Imunisasi: Afip Permana, SKM, M.Epid dan Epidemiolog: Muhammad Rusli A.T., S.KM., M.KM. serta seluruh Puskesmas yang terlibat. Tim pengabdian terdiri atas Dr. Arief Tarmansyah Iman, M.KM, Ida Wahyuni,AMd. PK, SKM, MHPM dan Rizka Ajeng Trikusumah, AMd, RMIK dengan dibantu tim Mahasiswa DIII RMIK Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. (***)
- Penulis: Rian Sutisna











