Transformasi Pembelajaran Sejarah, Tim Pengabdian Unsil Latih Guru Di Tasikmalaya Manfaatkan Teknologi AR
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id — Universitas Siliwangi (Unsil) terus mendorong modernisasi pendidikan dan meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas. Melalui Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM), Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unsil menggelar pelatihan dan pendampingan teknologi bagi para pendidik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Tasikmalaya pada Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Transformasi Pembelajaran Sejarah Melalui Pemanfaatan Augmented Reality Terintegrasi Gamification” tersebut menghadirkan pendekatan baru untuk menjawab tantangan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sejarah di era digital.
Ketua Tim Pengabdian Unsil, Dr. Oka Agus Kurniawan Shavab, M.Pd., mengatakan program tersebut berangkat dari temuan tim di lapangan mengenai masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran digital yang dinamis.
Menurutnya, guru masih banyak mengandalkan perangkat presentasi statis ketika mengajar di kelas. Kondisi itu membuat guru belum dapat memvisualisasikan peninggalan sejarah maupun konsep-konsep abstrak secara optimal kepada siswa.
“Salah satu tantangan pembelajaran sejarah saat ini adalah bagaimana menghadirkan narasi masa lalu agar relevan dengan karakter generasi digital. Melalui pengintegrasian teknologi Augmented Reality (AR) dan pendekatan Gamification (gamifikasi), media pembelajaran tidak lagi sekadar menjadi alat bantu visual statis, melainkan bertransformasi menjadi ruang eksplorasi interaktif yang mampu menghidupkan pengalaman belajar siswa,” ujar Dr. Oka.
Menghidupkan Sejarah Lewat Visualisasi 3D Interaktif
Dalam rangkaian pelatihan, Tim Pengabdian Unsil mengajak para guru mempraktikkan penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR).
Teknologi tersebut memungkinkan guru menghadirkan objek tiga dimensi (3D), artefak sejarah, hingga animasi interaktif melalui perangkat seluler. Salah satu materi yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut berupa visualisasi Jalur Rempah Nusantara.
Melalui teknologi AR, guru dapat mengubah materi sejarah yang sebelumnya mereka sampaikan secara konvensional menjadi pengalaman belajar yang lebih interaktif dan eksploratif.
Tim Pengabdian Unsil juga mengajarkan pendekatan gamifikasi kepada para peserta. Para guru mempelajari cara menggunakan elemen poin, tantangan, dan sistem penghargaan untuk meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta fokus siswa selama proses pembelajaran.
Ketua MGMP Sejarah Kabupaten Tasikmalaya, Ujang Saepul Akim, S.Pd., menyambut positif inisiatif akademisi Universitas Siliwangi tersebut.
Menurut Ujang, materi pelatihan memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan praktis bagi para guru dalam mengembangkan media dan modul pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi serta semangat Kurikulum Merdeka.
Mendorong Kemandirian Karya Pendidik
Program pendampingan tersebut tidak hanya mengajarkan guru cara menggunakan teknologi, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan konten pembelajaran digital secara mandiri.
Tim Pengabdian Unsil menerapkan prinsip creative autonomy dengan membekali guru agar tidak hanya menjadi pengguna media pembelajaran. Tim juga mendorong para pendidik untuk merancang, mengembangkan, dan memperbarui konten edukatif secara mandiri dan berkelanjutan.
Program tersebut meningkatkan pemahaman teknis dan keterampilan para peserta dalam menyusun serta mengoperasikan media pembelajaran berbasis digital.
Tim akademisi Universitas Siliwangi yang mengikuti kegiatan pengabdian tersebut terdiri dari Dr. Oka Agus Kurniawan Shavab, M.Pd., Dr. Yulia Sofiani, M.Hum., Iyus Jayusman, M.Pd., Edi Fitriana Afriza, M.M., dan Dr. Erwin Hilman Hakim, M.Pd.
Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Unsil, Zeyn Dwi Alfaridza Rifahma dan Muhamad Ikbal, turut membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui program ini, Universitas Siliwangi mendorong peningkatan kapasitas guru sekaligus memperkuat inovasi pembelajaran sejarah di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut juga memperkuat komitmen Unsil dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pemanfaatan inovasi teknologi dalam proses pembelajaran. (***)
- Penulis: Rian Sutisna














