Breaking News
light_mode
Beranda » poltik dan hukum » Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Upaya pemberdayaan masyarakat terus berjalan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Salah satunya melalui pemanfaatan dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Sebanyak 15 ibu rumah tangga dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Cihideung, Tawang, dan Bungursari mengikuti pelatihan pembuatan hantaran dan seserahan pernikahan. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Nova, dan Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, melalui alokasi anggaran aspirasi Tahun 2026.

Pembina LPK Nova sekaligus pengurus Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Kota Tasikmalaya, Tiktik Sumartika, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai teknik membuat hantaran dan seserahan dengan bentuk kreatif, seperti ayam, bunga, hingga burung merpati. Mereka memanfaatkan bahan yang umum digunakan dalam seserahan, seperti kain sinjang dan mukena. Antusiasme peserta yang tinggi mendorong LPK Nova menambah kuota secara mandiri dari 15 menjadi 16 peserta.

“Keterampilan ini kami harapkan menjadi bekal jangka panjang bagi para peserta untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Selain memanfaatkannya untuk kebutuhan pribadi, mereka juga bisa membagikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat sekitar,” ujar Tiktik.

Sekretaris Disnaker Kota Tasikmalaya, Arief Rahman Gumilar, menilai pelatihan tersebut memiliki prospek yang baik karena kebutuhan jasa pembuatan hantaran selalu ada di masyarakat.

Menurutnya, hantaran tidak hanya digunakan dalam acara pernikahan, tetapi juga kerap dibutuhkan pada berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

“Pelatihan ini lahir dari aspirasi masyarakat yang ingin memiliki keterampilan baru. Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat membuka peluang usaha sehingga peserta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga,” kata Arief.

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari keinginan untuk memanfaatkan waktu luang ibu rumah tangga menjadi kegiatan yang lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Ia menilai banyak ibu rumah tangga memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha rumahan apabila mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang tepat.

“Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, kami berupaya mengarahkan anggaran Pokir untuk kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong ibu-ibu agar lebih mandiri dan memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan tambahan pendapatan,” ujar Kepler.

Menurutnya, keterampilan membuat hantaran juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jasa dari luar daerah ketika menggelar hajatan. Bahkan, keterampilan tersebut berpotensi berkembang menjadi usaha jasa yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga.

Kepler memastikan akan terus mendorong program-program pelatihan berbasis pemberdayaan masyarakat pada tahun-tahun mendatang.

“Kami akan terus mengawal program seperti ini agar tetap berjalan. Mudah-mudahan kondisi keuangan daerah semakin membaik sehingga jangkauan program pemberdayaan masyarakat bisa lebih luas dan manfaatnya semakin dirasakan warga,” pungkasnya. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less