Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Optimistis Indonesia Jadi Produsen Terbesar Dunia
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang sekaligus meninjau proses sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong modernisasi sektor kelautan dan perikanan nasional.
Di kawasan tambak seluas sekitar 100 hektare itu, Presiden meninjau langsung proses panen udang vannamei hingga tahap penyortiran sebelum dipasarkan. Kawasan BUBK Kebumen sendiri dikembangkan dengan konsep budidaya modern berbasis tata kelola terpadu, mulai dari sistem saluran air masuk, kolam tandon, pemisahan inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas pendukung lainnya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengaku optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu produsen udang terbesar di dunia. Menurutnya, produktivitas tambak modern di Kebumen menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.
“Jadi sangat menjanjikan. Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton. Ini luar biasa dan harganya juga sangat bagus,” ujar Presiden Prabowo.
Pemerintah mencatat, kawasan BUBK Kebumen yang memiliki 206 petak kolam tersebut mampu menghasilkan nilai produksi sekitar Rp67,2 miliar setiap siklus panen, atau berpotensi mencapai Rp134,4 miliar per tahun. Selain meningkatkan produksi perikanan, kawasan ini juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan ratusan tenaga kerja lokal.
“Sekarang sekitar 650 masyarakat setempat bekerja di sini. Ini sangat produktif,” kata Presiden.
Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengembangkan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kawasan di Kebumen pun diproyeksikan menjadi model transformasi tambak tradisional menuju sistem budidaya modern berbasis teknologi dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
“Kita juga sedang membangun kawasan tambak di Waingapu seluas 2 ribu hektare,” tambahnya.
Pemerintah memandang komoditas udang sebagai salah satu sektor strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing ekspor perikanan Indonesia di pasar global.
Dengan penerapan sistem budidaya modern dan prinsip good aquaculture practices seperti di BUBK Kebumen, udang Indonesia dinilai berpeluang menjadi sumber devisa baru yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Kebumen sekaligus mempertegas arah kebijakan pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan berbasis produktivitas tinggi, penyerapan tenaga kerja, dan orientasi ekspor sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
