Rektor Unitas Dorong Lulusan Siap Kerja dan Berwirausaha
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Rektor Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) Tasikmalaya, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag., mendorong para lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mampu mandiri dan segera berkontribusi di tengah masyarakat sesuai bidang keahliannya.
Hal itu disampaikan Ade saat diwawancarai di Hotel Grand Metro, Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Rabu (07/10/2026).
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.
“Selamat dan sukses untuk para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan studinya. Semoga ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat dan memberikan dampak yang baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” ujar Ade.
Menurutnya, lulusan Unitas Tasikmalaya selama ini telah tersebar di berbagai sektor kehidupan dan dunia kerja, baik di instansi pemerintahan, perusahaan swasta, lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Karena itu, pihaknya berharap lulusan dapat segera memasuki dunia kerja sesuai dengan kompetensi dan bidang keahlian masing-masing. Tidak hanya menjadi pekerja, lulusan juga didorong untuk mampu menjadi wirausahawan.
Ade menyebutkan, salah satu upaya yang dilakukan kampus adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan kewirausahaan dan kemandirian. Langkah tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Mahasiswa kita dorong untuk memiliki kemandirian. Salah satunya melalui mata kuliah kewirausahaan, sehingga ketika lulus atau setelah wisuda mereka tidak gagap lagi ketika masuk ke dunia kerja,” katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan penelusuran terhadap alumni, banyak lulusan Unitas yang relatif cepat memperoleh pekerjaan. Bahkan, sebagian mahasiswa disebut telah bekerja sebelum mereka menyelesaikan proses wisuda.
Ade menegaskan, meskipun Unitas merupakan perguruan tinggi berbasis keagamaan, lulusan yang dihasilkan memiliki peluang untuk berkiprah di berbagai sektor sesuai kompetensi masing-masing.
Hal itu didukung oleh beragam program studi yang tersedia. Lulusan bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), misalnya, memiliki peluang menjadi guru PAI di tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK. Sementara lulusan PGMI juga dapat berkiprah sebagai tenaga pendidik di sekolah dasar.
Selain bidang pendidikan, Unitas juga memiliki program studi di bidang ekonomi syariah yang membuka peluang bagi lulusan untuk berkarier di sektor ekonomi dan bisnis.
Kembangkan Program Studi Baru
Untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, Unitas Tasikmalaya saat ini juga tengah mempersiapkan pembukaan program studi baru, salah satunya Manajemen Haji dan Umrah.
Menurut Ade, program studi tersebut memiliki prospek yang cukup besar seiring dengan perkembangan kelembagaan pemerintah di bidang penyelenggaraan haji serta tingginya kebutuhan sumber daya manusia.
“Insya Allah, dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa terealisasi program studi Manajemen Haji dan Umrah. Proposal dan berbagai persyaratannya sudah kami ajukan,” ungkapnya.
Ia menilai kebutuhan tenaga profesional di bidang haji dan umrah cukup besar. Selain perkembangan kelembagaan pemerintah, wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan daerah sekitarnya juga memiliki banyak biro perjalanan haji dan umrah yang membutuhkan sumber daya manusia kompeten.
“Kita melihat ini menjadi peluang yang sangat besar bagi lulusan nantinya,” katanya.
Ade juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pihak yang selama ini membantu mahasiswa melalui program beasiswa. Di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat, Jabar Future Leaders Scholarship dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Baznas provinsi dan kota, serta bantuan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk secara mandiri mencari peluang beasiswa dari berbagai perusahaan maupun lembaga lainnya.
Minta Pemerintah Perhatikan Perguruan Tinggi Swasta
Di sisi lain, Ade berharap kebijakan pemerintah terkait pendidikan tinggi dapat memberikan perhatian yang lebih proporsional terhadap perguruan tinggi swasta.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi negeri dengan program pendidikan gratis memang memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, daya tampung perguruan tinggi negeri tetap terbatas sehingga tidak seluruh calon mahasiswa dapat tertampung.
“Kami berharap kepada pemerintah agar bisa lebih proporsional dan bijak dalam memperhatikan kampus-kampus swasta. Selama ini perguruan tinggi swasta juga sangat berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai perlu ada skema bantuan atau dukungan pembiayaan yang juga dapat diakses mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.
Dengan demikian, mahasiswa yang belum memperoleh kesempatan masuk perguruan tinggi negeri tetap memiliki peluang mendapatkan dukungan pendidikan tanpa menimbulkan kesenjangan.
Ade menambahkan, peran alumni juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kampus. Unitas saat ini telah memiliki Ikatan Alumni (IKA) yang diharapkan terus bersinergi dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan universitas.
“Peran alumni ke depan sangat penting untuk ikut berkontribusi terhadap kemajuan kampus. Karena itu, kami terus membangun sinergi dengan Ikatan Alumni,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina














