DKKT Gandeng Unsil Kembangkan Riset Sejarah dan Dokumentasi Budaya
- account_circle Gal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) secara resmi menjalin kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Siliwangi (Unsil) dalam bidang penelitian serta kajian ilmiah sejarah dan budaya Kota Tasikmalaya.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempererat sinergi antara kalangan akademisi dan praktisi kebudayaan dalam upaya menjaga ingatan kolektif sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan riset sejarah lokal, dokumentasi kebudayaan, pengarsipan tradisi masyarakat, hingga penerbitan karya ilmiah yang mengulas sejarah serta dinamika budaya Tasikmalaya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat melahirkan berbagai kajian yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga dapat menjadi rujukan publik serta landasan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unsil, Zulpi Miftahudin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sejarah lokal tidak seharusnya berhenti sebagai cerita lisan yang perlahan memudar seiring waktu.
Ia menilai Tasikmalaya memiliki kekayaan sejarah, tradisi, seni, dan jejak peradaban yang perlu diteliti secara serius agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. “Kami berharap hasil penelitian ini mampu memperkuat literasi sejarah masyarakat sekaligus menjadi sumber edukasi kebudayaan bagi generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Tatang Suprihatna Sumpena, S.Sn., yang akrab disapa Tatang Pahat, memandang kerja sama ini sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga denyut kebudayaan lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi ruang temu antara akademisi dan pelaku budaya. “Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cara sebuah bangsa memahami jati dirinya,” ungkapnya.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, di Auditorium Gedung Muhammad Nu’man Somantri Unsil, Jalan Siliwangi, Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Wakil Dekan I Unsil, Dr. Diana Hernawati, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si.
Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unsil sendiri dikenal aktif dalam pengembangan kajian sejarah lokal dan publikasi akademik berbasis budaya daerah. Sebagai bagian dari FKIP Unsil, program studi ini telah menjalin berbagai kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai agenda lanjutan, seperti seminar sejarah budaya, riset bersama, diskusi publik, penerbitan buku, hingga digitalisasi arsip sejarah Kota Tasikmalaya.
Di tengah laju perubahan zaman yang begitu cepat, kerja sama ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sebuah kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan ingatan, nilai, dan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Kota Tasikmalaya, dengan seluruh jejak sejarahnya, terus berupaya menjaga agar akar budayanya tetap kokoh dan tidak tercerabut dari tanahnya sendiri. (***)
- Penulis: Gal
- Editor: Rian
