Festival STEM 2026, Pemkab Tasikmalaya Dorong Siswa Kuasai Sains dan Teknologi
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong penguatan pendekatan pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEM) di seluruh jenjang pendidikan.
Upaya ini bertujuan meningkatkan minat peserta didik terhadap sains dan matematika sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memecahkan masalah melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan komitmen tersebut saat membuka Festival STEM Jenjang PAUD, PKBM, SD, dan SMP Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya di Aula Basement Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Cecep menyoroti menurunnya minat calon mahasiswa terhadap program studi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang sains dan teknologi.
Menurutnya, ketimpangan tersebut dapat menghambat kemampuan bangsa dalam mengembangkan teknologi secara mandiri. Jika tidak segera diatasi, Indonesia berisiko terus bergantung pada produk teknologi dari luar negeri.
“Saat ini peminatan masuk kuliah ke prodi MIPA makin menurun, lebih banyak yang memilih bidang sosial dan ekonomi. Di sisi lain, tuntutan kebutuhan teknologi makin tinggi. Jika kondisi ini dibiarkan, kita hanya akan menjadi konsumen dari produk luar negeri karena tidak produktif menciptakannya sendiri,” ujar Cecep.
Ia menilai Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan melalui penguasaan sains dan teknologi. Potensi tersebut antara lain energi panas bumi serta energi angin di wilayah Cipatujah.
Namun, keterbatasan sumber daya manusia yang menguasai teknologi dan sains terapan masih menjadi tantangan dalam mengoptimalkan potensi tersebut.
Karena itu, Cecep meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kurikulum dan metode pembelajaran yang mampu menumbuhkan ketertarikan anak terhadap bidang STEM sejak usia dini.
Menurutnya, pengenalan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika sejak jenjang pendidikan dasar dapat menjadi fondasi untuk membentuk generasi yang kreatif, inovatif, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, menjelaskan bahwa pendekatan STEM mengintegrasikan lima bidang ilmu untuk mengembangkan kemampuan bernalar, berpikir logis, dan memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengatakan, pembelajaran selama ini masih menghadapi tantangan dalam mendorong peserta didik menerapkan teori menjadi karya atau produk yang memberikan solusi nyata.
“Tujuan utamanya adalah melatih nalar anak-anak agar terbiasa mencari solusi dari berbagai permasalahan dengan menghasilkan suatu produk. Melalui pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), anak-anak diberikan ruang untuk bertanya, mencoba, bahkan berbuat salah untuk kemudian berefleksi,” kata Wandi.
Wandi menambahkan, penguatan pembelajaran STEM juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan capaian Rapor Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan penguatan karakter peserta didik.
Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan berkala dan mempercepat penerapan pembelajaran berbasis masalah di ruang kelas.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap peserta didik tidak hanya memahami konsep dan teori, tetapi juga mampu menerapkannya untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pengembangan potensi daerah. (***)
- Penulis: Rian Sutisna














