Breaking News
light_mode
Beranda » News » Hadapi Tantangan Media Digital, Mahasiswa KPI UNIK Cipasung Perkuat Kompetensi Jurnalistik

Hadapi Tantangan Media Digital, Mahasiswa KPI UNIK Cipasung Perkuat Kompetensi Jurnalistik

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

tasikzone.co.id – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam K.H. Ruhiat Cipasung (UNIK Cipasung) Tasikmalaya menggelar kegiatan pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa tingkat akhir di Gedung Pascasarjana UNIK Cipasung, Selasa (1/9/2026).

Sebanyak 31 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut sebagai persiapan sebelum menjalani PPL di berbagai instansi dan lembaga mitra selama dua bulan, mulai 3 September hingga 3 November 2026.

Ketua Program Studi KPI UNIK Cipasung, Dr. Istianah, menjelaskan bahwa pembekalan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait teknis pelaksanaan PPL, tata cara penyusunan laporan, hingga etika yang harus dijunjung mahasiswa selama menjalankan tugas di luar lingkungan kampus.

Menurutnya, mahasiswa juga mendapatkan penguatan kompetensi melalui materi jurnalistik dan media digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Materi tersebut disusun selaras dengan profil lulusan Program Studi KPI yang mencakup bidang dakwah, jurnalistik, dan penyiaran Islam.

“Pembekalan jurnalistik dan media digital ini merupakan bagian dari upaya memperkuat seluruh kompetensi lulusan KPI. Saat ini aktivitas dakwah, penulisan jurnalistik, maupun penyiaran Islam tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi dan media digital,” ujar Istianah.

Ia menambahkan, penguasaan media digital menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dinamika komunikasi modern serta mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara efektif kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh materi dari praktisi media dan jurnalis, Deden Rahadian. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman mengenai dinamika dunia pers sekaligus menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Deden mengingatkan bahwa seorang jurnalis tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga harus memahami serta menerapkan Kode Etik Jurnalistik dalam setiap aktivitas peliputan.

Ia turut menyoroti masih adanya oknum yang menyalahgunakan identitas wartawan sehingga merusak citra profesi di tengah masyarakat. Salah satu contoh yang disinggungnya adalah kasus yang sempat viral di Sukabumi, ketika seorang pria yang mengenakan kartu identitas pers diduga melakukan tindakan yang mencoreng marwah profesi jurnalistik.

“Mahasiswa sebagai calon insan media dan generasi penerus harus memahami Kode Etik Jurnalistik serta turut mengedukasi masyarakat mengenai praktik jurnalistik yang benar, produktif, dan profesional. Jangan sampai profesi wartawan disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui kegiatan pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi akademik, keterampilan teknis, maupun etika profesi. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menjaga integritas pribadi serta membawa nama baik almamater selama menjalani Praktik Pengalaman Lapangan di berbagai lembaga dan perusahaan mitra. (**)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less