RS JHC Tasikmalaya Hadirkan Layanan Ablasi Jantung Perdana di Priangan Timur
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – RS JHC Tasikmalaya kembali memperkuat layanan kesehatan jantung dengan sukses melaksanakan tindakan ablasi jantung perdana bagi dua pasien yang mengalami gangguan irama jantung jenis Supraventricular Tachycardia (SVT).
Keberhasilan ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya prosedur ablasi jantung dapat dilakukan di RS JHC Tasikmalaya sekaligus menjadi layanan pertama di wilayah Priangan Timur.
Tindakan medis tersebut berlangsung pada Selasa (07/07/2026) di ruang Cath Lab RS JHC Tasikmalaya.
Tim dokter menyelesaikan prosedur pada pasien pertama dalam waktu kurang dari satu jam, sementara pasien kedua menjalani tindakan pada siang hingga sore hari.
Keduanya berada dalam kondisi stabil setelah prosedur dan menjalani observasi serta perawatan lanjutan di rumah sakit.
Gangguan irama jantung atau aritmia terjadi akibat adanya kelainan pada sistem kelistrikan jantung yang mengatur denyut jantung.
Kondisi ini dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Penderitanya kerap mengeluhkan jantung berdebar, pusing, sesak napas, cepat lelah, hingga kehilangan kesadaran.
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, aritmia berisiko memicu komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung.
Untuk mengatasi gangguan tersebut, dokter dapat melakukan ablasi jantung, yakni prosedur minimal invasif dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung.
Melalui teknologi ini, dokter dapat menemukan sumber gangguan irama jantung sekaligus menghilangkan jaringan yang menjadi penyebabnya.
Metode ablasi dikenal memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mengendalikan aritmia serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Sebelum layanan ini tersedia di Tasikmalaya, masyarakat Priangan Timur yang membutuhkan tindakan ablasi harus menjalani rujukan ke sejumlah rumah sakit di kota besar seperti Bandung, Jakarta, Solo, maupun Surabaya.
Situasi tersebut sering kali menambah beban biaya, waktu perjalanan, dan tenaga bagi pasien serta keluarganya.
Menjawab kebutuhan masyarakat, RS JHC Tasikmalaya telah menyiapkan layanan aritmia secara komprehensif.
Rumah sakit ini didukung dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia, dr. Irnizarifka, Sp.JP, Subsp.Ar(K), bersama tim perawat Cath Lab yang memiliki pengalaman dalam penanganan gangguan irama jantung.
Selain didukung sumber daya manusia yang kompeten, layanan ablasi di RS JHC Tasikmalaya juga ditunjang teknologi pemetaan elektrofisiologi jantung dua dimensi dan tiga dimensi (3D Mapping System), serta fasilitas Cath Lab yang memenuhi standar pelayanan kardiovaskular modern.
Direktur RS JHC Tasikmalaya dr. H. Idrus Dilawar, MARS menyebut pelaksanaan bakti sosial ablasi jantung ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk menghadirkan layanan jantung yang lebih lengkap dan mudah diakses masyarakat Priangan Timur.
“Kami berharap semakin banyak pasien dengan gangguan irama jantung dapat memperoleh terapi yang tepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Dengan demikian, risiko komplikasi dapat ditekan dan pasien dapat kembali menjalani aktivitas secara sehat dan produktif,” ujarnya.
Sebagai salah satu rumah sakit rujukan jantung di Priangan Timur, RS JHC Tasikmalaya berkomitmen terus mengembangkan layanan kardiovaskular unggulan, termasuk elektrofisiologi dan ablasi jantung.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung modern.
Manajemen RS JHC Tasikmalaya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter spesialis, tenaga kesehatan, tim Cath Lab, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya tindakan ablasi jantung perdana tersebut.
Rumah sakit juga mengucapkan terima kasih kepada media yang telah membantu menyebarluaskan informasi layanan kesehatan kepada masyarakat. (***)
- Penulis: Rian Sutisna

