OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat tentang Literasi Keuangan
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
tasikzone.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkuat literasi keuangan sejak usia dini melalui edukasi kepada pelajar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong budaya menabung sekaligus meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai risiko keuangan, termasuk judi online (judol).
Edukasi keuangan tersebut diberikan kepada sekitar 80 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Tasikmalaya mengemas materi secara interaktif dengan mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk ditabung, hingga pentingnya perencanaan keuangan untuk mendukung pencapaian cita-cita.
Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia, mengatakan kebiasaan mengelola keuangan secara sehat perlu dibangun sejak usia sekolah. Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan merupakan bagian dari kecakapan hidup yang akan membantu pelajar mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.
“Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan. Mulailah dari hal sederhana, seperti mengatur uang saku, menyisihkan untuk menabung, dan tidak mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti keinginan,” ujar Andriani.
Selain mendorong kebiasaan menabung, OJK Tasikmalaya turut memberikan edukasi mengenai risiko judi online yang saat ini dapat dikemas menyerupai permainan daring biasa.
Para pelajar dikenalkan dengan sejumlah karakteristik yang perlu diwaspadai, seperti permainan yang mengharuskan pemain melakukan deposit atau top up untuk memperoleh peluang mendapatkan uang atau hadiah bernilai uang, menawarkan keuntungan secara cepat, serta mendorong pemain kembali mempertaruhkan uang setelah mengalami kekalahan.
Andriani mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh tampilan permainan yang menarik maupun iming-iming memperoleh uang secara instan.
“Kalau sebuah game meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus diwaspadai. Jangan sampai keinginan mendapatkan uang secara instan justru merusak masa depan,” katanya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Heri Haerudin, mengapresiasi edukasi yang diberikan OJK. Ia menilai literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
“Kami mendukung edukasi keuangan seperti ini karena anak-anak tidak hanya perlu dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup. Pemahaman dalam mengelola uang dan mengenali bahaya judi online penting agar mereka mampu mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depannya,” ujar Heri.
Melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026, OJK Tasikmalaya berkomitmen memperluas edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Upaya tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki kebiasaan menabung, cakap dalam mengelola keuangan, serta memahami risiko penggunaan produk dan layanan jasa keuangan. Edukasi sejak dini juga menjadi langkah preventif untuk melindungi pelajar dari praktik keuangan ilegal dan berbagai aktivitas yang berpotensi merugikan secara finansial. (***)
- Penulis: Rian Sutisna











