Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Buka Ruang Dialog dengan GMNI
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id –Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya menerima audiensi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (3/7/2026).
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, H. Rahmat Sutarman, serta didampingi sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya.
Hadir pula Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya beserta jajaran untuk memberikan penjelasan terkait berbagai isu yang menjadi perhatian mahasiswa.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya DPRD dalam menampung aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa, sekaligus membuka ruang dialog antara legislatif, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam membahas berbagai persoalan strategis yang berkembang di Kota Tasikmalaya.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, H. Rahmat Sutarman, mengatakan bahwa DPRD memiliki komitmen untuk menerima dan menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui mekanisme yang telah diatur.
“Kami mengapresiasi partisipasi aktif rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan pandangan dan masukan terkait berbagai persoalan yang ada di Kota Tasikmalaya. Audiensi seperti ini menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi yang konstruktif antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Rahmat, kehadiran Bapenda Kota Tasikmalaya dalam pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai isu-isu yang menjadi perhatian peserta audiensi, sehingga informasi yang diterima masyarakat dapat lebih utuh dan berimbang.
Dalam forum tersebut, GMNI menyampaikan sejumlah pandangan, kritik, serta masukan terkait pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah yang menjadi perhatian publik. Berbagai persoalan yang disampaikan kemudian didiskusikan bersama untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif dari pihak terkait.
“Audiensi ini bukan hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga forum klarifikasi dan pencarian solusi. Kami ingin setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka sehingga menghasilkan langkah-langkah perbaikan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Rahmat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan kondusif. DPRD Kota Tasikmalaya menegaskan akan menjadikan berbagai masukan yang disampaikan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menjalankan fungsi pengawasan serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan daerah.
Melalui audiensi tersebut, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara mahasiswa, DPRD, dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Kota Tasikmalaya. (***)
- Penulis: Rian Sutisna

