Breaking News
light_mode
Beranda » News » OJK Perkuat Sinergi Antardaerah, TPAKD Sumedang Jadi Rujukan Kota Batam

OJK Perkuat Sinergi Antardaerah, TPAKD Sumedang Jadi Rujukan Kota Batam

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

tasikzone.co.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong penguatan sinergi antardaerah dalam memperluas akses keuangan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pertukaran praktik baik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), seperti yang dilakukan dalam studi komparasi Pemerintah Kota Batam ke Kabupaten Sumedang.

Studi komparasi tersebut menjadi sarana bagi Pemerintah Kota Batam untuk mempelajari berbagai program TPAKD Kabupaten Sumedang yang mengintegrasikan potensi ekonomi daerah dengan perluasan akses keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar di Sekretariat Daerah, Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (20/8), merupakan tindak lanjut atas permohonan studi komparasi Program TPAKD dari Pemerintah Kota Batam. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan OJK Provinsi Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau, BPKAD Kota Batam, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Bagian Perekonomian Kota Batam, serta Bagian Perencanaan Keuangan Kota Batam.

Manajer OJK Tasikmalaya Putu Arya Wirasetyanta, yang mewakili Kepala OJK Tasikmalaya, mengatakan bahwa kolaborasi dan pertukaran pengalaman antardaerah merupakan bagian penting dalam memperkuat implementasi TPAKD.

“TPAKD diharapkan dapat menjadi katalis yang menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pertukaran praktik baik dalam studi komparasi ini, kami berharap setiap daerah dapat mengembangkan inovasi program yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing,” ujar Putu.

Menurutnya, perluasan akses keuangan tidak hanya bertujuan meningkatkan tingkat inklusi keuangan, tetapi juga harus mampu mendorong kegiatan ekonomi produktif serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, TPAKD Kabupaten Sumedang memaparkan sejumlah praktik baik dalam mengembangkan program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan **Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) Geotheater Rancakalong**. Program tersebut mengintegrasikan peningkatan literasi dan inklusi keuangan dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat di wilayah setempat.

Selain itu, TPAKD Kabupaten Sumedang juga mengembangkan **Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED)** berbasis komoditas padi dengan memanfaatkan peluang kebutuhan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengembangan komoditas tersebut turut diperkuat melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat. Salah satunya melalui **Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA)** yang menjadi instrumen pendukung permodalan bagi sektor-sektor produktif di Kabupaten Sumedang.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Mulyani Toyibah, mengatakan bahwa berbagai program TPAKD dirancang agar perluasan akses keuangan dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui TPAKD, kami berupaya menghubungkan potensi unggulan daerah dengan akses keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan Desa EKI, komoditas padi melalui peluang Program MBG, serta penguatan akses pembiayaan melalui KURDA merupakan bagian dari upaya agar program TPAKD dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang,” kata Mulyani.

OJK Tasikmalaya, lanjutnya, terus mendorong optimalisasi peran TPAKD sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sektor jasa keuangan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan masyarakat sekaligus merumuskan solusi keuangan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi ekonomi masing-masing daerah.

Melalui pertukaran praktik baik ini, berbagai program TPAKD yang telah dikembangkan Kabupaten Sumedang diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Batam dalam merancang dan mengembangkan program serupa yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan daerah.

Sinergi antardaerah tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less