KKN UMTAS Ciptakan Alat Pembakar Sampah Ramah Lingkungan
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
tasikzone.co.id – Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk civitas akademika. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Cilamajang A Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) turut mengambil peran dengan menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat pembakar sampah ramah lingkungan.
Alat tersebut secara resmi diserahkan kepada pihak Kelurahan Cilamajang, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (22/8/2025). Inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah, khususnya di kawasan permukiman yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi.
Berbeda dengan metode pembakaran sampah konvensional yang berpotensi menghasilkan polusi udara, alat hasil inovasi mahasiswa KKN UMTAS tersebut menggunakan limbah oli bekas sebagai bahan bakar yang dipadukan dengan sistem injeksi uap air bertekanan tinggi.
Perwakilan Tim KKN UMTAS Cilamajang A, Ipan Aulia Rahman, menjelaskan bahwa alat pemusnah sampah tersebut memiliki kapasitas yang cukup efisien. Dalam satu jam, alat itu mampu memusnahkan hingga 13 kilogram sampah atau sekitar 1 kilogram sampah dalam waktu 4 hingga 5 menit.
“Proses pemusnahan sampah menggunakan sistem thermal cracking. Uap air disemprotkan langsung ke titik api untuk memecah molekul hidrokarbon dari oli bekas pada suhu di atas 800 derajat Celsius. Dengan metode ini, proses pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga asap hitam pekat dapat berubah menjadi uap transparan,” jelas Ipan.
Menurutnya, efektivitas teknologi tersebut turut diperagakan secara langsung di hadapan perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Dalam demonstrasi tersebut, pembakaran oli tanpa injeksi uap air menghasilkan asap hitam yang cukup pekat. Namun, setelah sistem injeksi uap air diaktifkan, asap tersebut berangsur hilang dalam hitungan detik.
Ipan menegaskan, kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sebatas menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Kehadiran kami bukan sekadar formalitas pengabdian akademis. Kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam membantu menjaga kelestarian dan kualitas lingkungan,” tuturnya.
Ia menambahkan, limbah oli maupun sampah rumah tangga yang selama ini menjadi persoalan dapat dimanfaatkan melalui inovasi teknologi yang tepat guna. Karena itu, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari terciptanya alat, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap alat ini dapat menjadi langkah awal bagi Kelurahan Cilamajang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima alat. Tim KKN UMTAS Cilamajang A juga menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan serta membantu memastikan perawatan alat secara berkala agar inovasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. (**)
- Penulis: Rian Sutisna











