Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Tren thrifting fashion atau berburu baju bekas branded kini semakin diminati kalangan anak muda. Mereka tidak hanya menganggap aktivitas ini lebih hemat, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup modern yang identik dengan fashion unik dan ramah lingkungan.
Di berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya, toko thrifting hingga lapak baju bekas terus dipadati pembeli, terutama saat akhir pekan. Beragam merek ternama dengan harga jauh lebih murah menjadi daya tarik utama bagi para pecinta fashion.
Meningkatnya kesadaran anak muda terhadap gaya berpakaian yang fleksibel turut mendorong fenomena ini. Mereka tidak lagi merasa harus selalu membeli pakaian baru untuk tampil menarik. Banyak pembeli justru lebih tertarik mencari outfit vintage maupun limited edition yang sulit ditemukan di toko biasa.
Selain berburu pakaian bermerek, sebagian anak muda kini menjadikan thrifting sebagai aktivitas hiburan sekaligus ajang mencari fashion estetik untuk kebutuhan konten media sosial. Tidak sedikit dari mereka rela datang lebih pagi demi mendapatkan barang terbaik dengan harga terjangkau.
“Sekarang thrifting bukan cuma soal hemat, tapi juga cari style yang unik dan beda dari yang lain,” ujar salah seorang pengunjung toko thrifting di Tasikmalaya, Minggu (24/5/2026).
Harga yang relatif terjangkau menjadi alasan utama tren thrifting terus berkembang. Dengan uang puluhan ribu rupiah, pembeli sudah dapat membawa pulang jaket, kaos, hingga celana branded yang masih layak pakai.
Di sisi lain, tren baju bekas branded juga membantu mengurangi limbah industri fashion sehingga lebih ramah lingkungan. Konsep sustainable fashion kini semakin dikenal luas di kalangan anak muda yang peduli terhadap isu lingkungan.
Meski tren ini terus berkembang, pembeli tetap perlu lebih teliti saat memilih pakaian thrifting. Mereka harus memeriksa kondisi bahan, tingkat kebersihan, hingga kualitas produk sebelum menggunakannya.
Kini, masyarakat tidak lagi memandang thrifting sebagai aktivitas kalangan tertentu. Tren baju bekas branded justru berkembang menjadi bagian dari gaya fashion modern yang diminati berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
