Breaking News
light_mode
Beranda » News » GP Ansor Tasikmalaya Minta Peringatan Hari Santri Libatkan Semua Kalangan

GP Ansor Tasikmalaya Minta Peringatan Hari Santri Libatkan Semua Kalangan

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tasikmalaya menyoroti tidak dilibatkannya organisasi tersebut dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Bendahara GP Ansor Tasikmalaya, Habib Qosim Nurwahab, menyayangkan tidak adanya undangan bagi organisasinya dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan, GP Ansor memiliki hubungan historis yang kuat dengan Nahdlatul Ulama (NU) serta perjuangan para ulama dalam menjaga agama dan keutuhan bangsa.

Menurut Habib, GP Ansor merupakan bagian dari keluarga besar NU yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU sekaligus salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan santri di Indonesia.

Ia menilai, peringatan Hari Santri Nasional tidak seharusnya hanya menjadi agenda seremonial pemerintah. Momentum tersebut semestinya menjadi ruang untuk mengenang dan menghormati kontribusi ulama, santri, serta pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami ini santri KH. Hasyim Asy’ari, bukan santri Pemkot Tasik. Jangan sampai peringatan Hari Santri justru membuat organisasi dan kalangan santri yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan keumatan merasa diabaikan,” tegas Habib.

Ia menambahkan, peringatan Hari Santri seharusnya melibatkan seluruh elemen pesantren, organisasi keagamaan, dan komunitas santri tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan dengan pemerintah.

Bagi GP Ansor, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui penghormatan terhadap sejarah, keterbukaan, serta pelibatan berbagai unsur yang selama ini berkontribusi dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

Habib berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang. Menurutnya, pelibatan berbagai organisasi dan komunitas santri penting agar peringatan Hari Santri benar-benar mencerminkan keberagaman serta semangat kebersamaan.

Ia juga menyampaikan harapan agar undangan pada peringatan Hari Santri tahun berikutnya dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama organisasi yang memiliki rekam jejak perjuangan dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Semoga undangan tahun depan lebih luas lagi, bukan hanya bagi mereka yang dekat dengan kekuasaan, tetapi juga untuk mereka yang dekat dengan perjuangan. Sebab, sejarah santri tidak ditulis berdasarkan daftar tamu undangan,” ujarnya.

Habib menegaskan, peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkuat penghormatan terhadap ulama, pesantren, dan seluruh santri yang berkontribusi dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan sampai Hari Santri hanya menjadi kegiatan seremonial. Semangatnya harus mencerminkan penghormatan kepada para ulama, pesantren, dan seluruh santri yang selama ini ikut menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less