Breaking News
light_mode
Beranda » Eksis » 14 Dalang Siap Tampil di Pasamoan Karya Fest, Peringati Hari Wayang Nasional di Tasikmalaya

14 Dalang Siap Tampil di Pasamoan Karya Fest, Peringati Hari Wayang Nasional di Tasikmalaya

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id — Sebanyak 14 dalang akan tampil dalam Pasamoan Karya Fest yang digelar Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya pada Sabtu, 7 November 2026. Kegiatan untuk memperingati Hari Wayang Nasional tersebut akan berlangsung di kawasan Gedung Creative Center (GCC), Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Panitia juga menyiapkan sejumlah pertunjukan seni tradisional Sunda, mulai dari rampak angklung, kawih Sunda, pencak silat, hingga tari tradisional. Kegiatan ini turut menghadirkan gempungan dalang dan wiyaga se-Tasikmalaya Raya yang akan dihadiri dalang Opick Sunandar Sunarya.

Pertunjukan seni yang dijadwalkan tampil antara lain rampak angklung dari Lingkung Seni Ruas Katresna, kawih Sunda oleh Lingkung Seni Kembang Arunika, pencak silat dari Gadjah Putih Ciawi, serta tari tradisional Sunda yang dibawakan Keila Adzani Ayuri, Tjepi Sultoni, dan Ambu Midang.

Ketua Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Cevi Whiesa, mengatakan Pasamoan Karya Fest merupakan bagian dari program kerja utama Gentra Loka Volume 11. Peringatan Hari Wayang Nasional di Tasikmalaya tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua.

“Untuk wilayah Priangan Timur, Tasikmalaya merupakan kota pertama yang mengadakan Peringatan Hari Wayang dan tahun ini untuk kedua kalinya. Kita patut bersyukur, seni padalangan di kota ini tampaknya tetap hidup dan berkembang,” kata Cevi.

Menurut dia, kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi para seniman tradisional di Tasikmalaya, khususnya pelaku seni pedalangan. Kolaborasi itu menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan seni pewayangan di tengah perkembangan zaman.

“Pasamoan Karya Fest ini sepenuhnya hasil kolaborasi teman-teman seniman tradisi, khususnya padalangan. Pewayangan di Tasikmalaya ini memiliki rekam sejarah yang panjang, maka senantiasa kami yang tengah berkiprah hari ini, terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan eksistensi wayang golek,” ujarnya.

Sejarah Penetapan Hari Wayang Nasional

UNESCO menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003. Lima tahun kemudian, tepatnya 4 November 2008, UNESCO memasukkan wayang ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan judul The Wayang Puppet Theatre

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Pasamoan Karya Fest akan diawali dengan gempungan dalang dan wiyaga, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan rampak delapan dalang cilik. Rangkaian acara akan ditutup dengan penampilan rampak enam dalang anom.

Panitia menyatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat diikuti masyarakat secara gratis dan terbuka untuk umum. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less