Breaking News
light_mode
Beranda » Reviews » Curug Ciparay Tasikmalaya Kian Viral, Air Terjun Kembar Sedot Wisatawan dari Jakarta hingga Yogyakarta

Curug Ciparay Tasikmalaya Kian Viral, Air Terjun Kembar Sedot Wisatawan dari Jakarta hingga Yogyakarta

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Kabupaten Tasikmalaya terus menghadirkan destinasi wisata alam yang memukau. Salah satu lokasi yang kini tengah viral dan ramai dikunjungi wisatawan adalah Curug Ciparay, air terjun kembar yang menawarkan perpaduan keindahan alam, kesegaran air pegunungan, dan suasana hutan yang masih alami.

Curug Ciparay berada di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Leuwisari, Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Destinasi ini memikat wisatawan melalui dua aliran air terjun yang berdiri berdampingan dengan ketinggian sekitar 90 meter dan 70 meter.

Debit air yang cukup besar menghasilkan percikan embun yang menyebar ke area sekitar curug. Kondisi tersebut menghadirkan sensasi sejuk dan menyegarkan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana alam di bawah rimbunnya pepohonan hijau.

Keindahan Curug Ciparay kini menarik perhatian tidak hanya wisatawan dari Priangan Timur, tetapi juga pelancong dari berbagai kota di Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Yogyakarta. Mereka datang untuk menikmati panorama alam sekaligus mengabadikan momen di salah satu destinasi wisata yang tengah populer di Tasikmalaya.

Wisatawan dapat mencapai Curug Ciparay dengan lebih mudah karena akses jalan menuju lokasi kini sudah jauh lebih baik. Dari Alun-Alun Singaparna, pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya, pengunjung hanya menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer. Pemerintah bersama pihak terkait telah memperbaiki dan mengaspal jalan menuju kawasan wisata sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman.

Keberhasilan pengembangan Curug Ciparay lahir dari kolaborasi Pemerintah Desa Cidugaleun dan Perhutani dalam menata kawasan wisata. Mereka terus meningkatkan kualitas fasilitas dan menata area wisata agar pengunjung merasa nyaman selama berwisata.

Penataan tersebut mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Para pedagang kuliner kini menempati lapak yang lebih tertata, sementara kawasan wisata terlihat semakin hidup dengan meningkatnya jumlah pengunjung.

Petugas Wisata Curug Ciparay, Dede Sudrajat, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan mulai terlihat sejak akhir 2025 setelah perbaikan infrastruktur jalan selesai.

“Alhamdulillah jumlah wisatawan terus meningkat dibanding hari biasa. Saat ini rata-rata kunjungan mencapai sekitar 50 orang per hari,”ujar Dede saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, wisatawan tetap memadati Curug Ciparay pada akhir pekan. Lonjakan pengunjung paling tinggi terjadi setiap Sabtu dan Minggu.

“Saat musim liburan sekolah tahun ini, antusiasme wisatawan sangat tinggi. Kami menerima kunjungan dari berbagai daerah, mulai Depok, Jakarta, hingga Yogyakarta,”katanya.

Pengunjung juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menikmati keindahan Curug Ciparay. Pengelola menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Sementara itu, tarif parkir kendaraan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.

Dede mengajak seluruh wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan kawasan wisata. Ia berharap setiap pengunjung membawa pulang sampahnya atau membuangnya pada tempat yang telah tersedia agar keindahan Curug Ciparay tetap terjaga.

“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Dengan begitu, Curug Ciparay dapat terus menjadi destinasi wisata yang nyaman dan menarik bagi semua orang,”pungkasnya. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less