PKB Tasikmalaya Tegaskan Politik Pelayanan, Dukung Pemerintah yang Pro Rakyat dan Bidik Kemenangan Pemilu
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan komitmennya memperkuat politik pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengambil posisi kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah. PKB Kota Tasikmalaya menyatakan siap mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, tetapi tidak akan ragu menjalankan fungsi pengawasan jika kebijakan yang diambil bertentangan dengan kepentingan publik.
Sikap politik tersebut mengemuka dalam kegiatan Orientasi, Pengukuhan, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan R. Ikik Wiradikarta, Kota Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).
Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd., menegaskan partainya tidak memosisikan diri sebagai oposisi maupun bagian dari koalisi pemerintah daerah. Menurutnya, PKB akan menentukan sikap berdasarkan kepentingan masyarakat, bukan semata-mata kedekatan politik dengan kekuasaan.
Wahid menyatakan PKB siap mendukung program Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Raden Diky Candra Negara sepanjang kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebaliknya, apabila pemerintah menjalankan program yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, PKB akan menggunakan fungsi pengawasan untuk menyampaikan kritik dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Dulu Golkar, PPP, dan sekarang Gerindra menjadi pemenang di Kota Tasikmalaya. Kini, tinggal PKB yang harus bisa merebut kemenangan selanjutnya,” ujar Wahid dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan ambisi politik PKB untuk memperkuat posisi dan meningkatkan dukungan masyarakat pada kontestasi politik mendatang. Namun, Wahid menekankan bahwa upaya meraih kemenangan harus dibangun melalui kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, serta kemampuan memperjuangkan kepentingan publik.
Oleh Soleh Tekankan Politik Pelayanan
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, yang hadir mewakili Ketua Umum PKB, menekankan pentingnya membangun partai yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia meminta seluruh pengurus dan kader tidak hanya aktif ketika menghadapi momentum politik atau menjelang pemilihan umum.
Menurut Oleh Soleh, pengukuhan pengurus harus menjadi awal pelaksanaan tanggung jawab organisasi sekaligus momentum untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Sebelum mengikuti pengukuhan, para pengurus telah menjalani proses pengaderan dan pembekalan. Tahapan tersebut bertujuan membangun pemahaman organisasi serta mempersiapkan kader agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Ia menegaskan, kader PKB harus hadir di tengah masyarakat dan terlibat langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga. Persoalan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, kemiskinan, hingga keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi sejumlah perhatian yang perlu mendapat respons nyata dari partai.
“Setelah dilantik, para pengurus harus benar-benar memiliki jiwa dan pemikiran untuk melayani masyarakat. Kami ingin membantu warga yang membutuhkan, mulai dari persoalan kebersihan, sampah, kemiskinan, hingga akses fasilitas kesehatan, seperti ambulans,” kata Oleh Soleh.
Ia juga meminta kader memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat rentan, termasuk pengemudi ojek tradisional, janda, pemulung, dan warga kurang mampu yang membutuhkan dukungan.
Untuk memastikan komitmen tersebut berjalan, Oleh Soleh mendorong pengurus DPC PKB mengagendakan kegiatan sosial secara konsisten. Ia bahkan mengharapkan kader turun langsung ke lapangan dan menjalankan kegiatan pelayanan kepada masyarakat setidaknya satu kali dalam sepekan.
Menurutnya, kegiatan sosial yang berkelanjutan akan memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat. Dengan pola tersebut, kehadiran PKB dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika partai membutuhkan dukungan suara dalam pemilu.
Perkuat Kepercayaan Publik
Pesan Oleh Soleh dan sikap politik Wahid memperlihatkan dua agenda yang hendak diperkuat PKB Kota Tasikmalaya, yakni membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan langsung dan mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berorientasi pada kepentingan publik.
Keduanya menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai modal penting bagi partai untuk memperkuat posisi politik. Pelayanan sosial menjadi salah satu cara menjawab kebutuhan warga, sedangkan fungsi pengawasan menjadi instrumen untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai kepentingan rakyat.
Oleh Soleh meyakini, kerja politik yang mengutamakan kepedulian terhadap umat dan pelayanan kepada rakyat dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PKB.
“Dengan kerja-kerja politik yang peduli terhadap umat dan melayani rakyat, insyaallah PKB akan semakin dicintai masyarakat. Jika seluruh kader bekerja dengan baik dan konsisten, bukan tidak mungkin PKB dapat menjadi pemenang pada pemilu mendatang,” pungkasnya.
Dengan pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031, PKB Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan untuk membuktikan komitmen tersebut melalui program kerja yang terukur, kegiatan sosial yang berkelanjutan, serta sikap politik yang konsisten dalam mendukung kebijakan pro rakyat dan mengawasi kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat. (***)
- Penulis: Rian Sutisna














