Breaking News
light_mode
Beranda » poltik dan hukum » RABN Minta Mahasiswa Tak Bangun Opini Prematur soal Pemerintahan Prabowo

RABN Minta Mahasiswa Tak Bangun Opini Prematur soal Pemerintahan Prabowo

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, menanggapi pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Andrianto, yang membandingkan pemerintahan Presiden Soeharto, Presiden Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu memantik perhatian publik sekaligus memunculkan perdebatan di ruang demokrasi nasional.

Agus Winarno menegaskan mahasiswa memiliki hak menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Namun, ia meminta kalangan akademisi tetap mengedepankan etika intelektual, objektivitas, serta argumentasi berbasis data dan fakta.

“Mahasiswa merupakan kekuatan moral demokrasi dan calon pemimpin bangsa. Kritik terhadap pemerintah sangat penting, tetapi penyampaiannya harus proporsional, berbasis data, dan tidak membangun kesimpulan secara prematur,” ujar Agus Winarno kepada awak media, Rabu (27/5/2026).

Agus menilai kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari dinamika demokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan pemerintahan saat ini masih berada pada tahap awal konsolidasi dan pelaksanaan program prioritas nasional sehingga publik perlu memberi ruang bagi pemerintah untuk bekerja.

Menurut Agus, pemerintah saat ini menjalankan sejumlah program strategis yang berorientasi langsung pada kepentingan masyarakat. Program itu mencakup penguatan ketahanan pangan nasional, makan bergizi gratis, penguatan sektor pertanian, pembangunan sumber daya manusia, hingga menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

“Publik berhak mengawasi dan mengkritik pemerintah. Namun, penilaian juga harus objektif dan berdasarkan capaian nyata, bukan sekadar opini yang dibangun oleh emosi politik,” katanya.

Agus juga menyoroti penggunaan istilah “NPD” yang disampaikan Ketua BEM UGM. Ia menilai diksi tersebut kurang tepat diucapkan seorang pimpinan mahasiswa karena berpotensi memicu kegaduhan politik di ruang publik.

“Kritik boleh keras, tetapi tetap harus menjaga etika komunikasi publik dan marwah akademik. Pernyataan bernuansa personal tanpa argumentasi kuat tentu kurang tepat disampaikan oleh seorang Ketua BEM dari kampus besar seperti UGM,” tegasnya.

Selain itu, Agus mengingatkan bahwa publik tidak bisa membandingkan pemerintahan secara mutlak dengan cara sederhana karena setiap era menghadapi tantangan berbeda. Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo saat ini menghadapi dinamika global yang kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, geopolitik internasional, ancaman krisis pangan, hingga tekanan terhadap stabilitas energi global.

Karena itu, Agus meminta semua pihak menyertakan solusi dan kajian matang dalam setiap kritik terhadap pemerintah agar kritik tidak berubah menjadi penghakiman emosional yang memecah ruang publik.

“Demokrasi membutuhkan suara kritis, tetapi juga membutuhkan kejernihan berpikir agar kritik mampu menghadirkan solusi dan arah perbaikan,” ujarnya.

Agus menambahkan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai representasi intelektual bangsa. Menurut dia, lingkungan kampus melahirkan banyak pemimpin nasional yang menentukan arah masa depan Indonesia. Karena itu, ia mengajak mahasiswa menjaga marwah akademik dan tidak terjebak dalam polarisasi politik yang berlebihan.

“Kalau pemerintah tidak berpihak kepada rakyat, silakan dikritik. Namun kritik harus menghadirkan data, solusi, dan arah perbaikan, bukan sekadar membangun opini yang memancing emosi publik,” katanya.

Di tengah meningkatnya tensi politik nasional, Agus mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan optimisme kebangsaan. Menurutnya, perbedaan pandangan politik menjadi hal wajar dalam demokrasi, tetapi seluruh pihak harus tetap menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat.

“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani mengoreksi kekuasaan, tetapi tetap mampu menjaga etika, persatuan, dan kejernihan berpikir. Kritik Kritik adalah vitamin demokrasi, namun stabilitas nasional dan harapan rakyat juga harus dijaga bersama demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Agus Winarno. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idul Adha, Permintaan Tusuk Sate di Tasikmalaya Melonjak Tajam

    Jelang Idul Adha, Permintaan Tusuk Sate di Tasikmalaya Melonjak Tajam

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Galih Sugih Lugina
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Momentum Hari Raya Idul Adha menjadi berkah bagi para pengrajin tusuk sate di Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Menjelang perayaan kurban pada Mei 2026, lonjakan permintaan mulai terasa signifikan dibandingkan hari biasa. Ai Nurhayati Pemilik usaha Kartu Widodo menyampaikan peningkatan pesanan saat ini mencapai sekitar 50 hingga 70 persen. Bahkan, sejumlah pelanggan […]

  • Polres Tasikmalaya Rotasi Empat Jabatan Strategis

    Polres Tasikmalaya Rotasi Empat Jabatan Strategis

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Polres Tasikmalaya menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) empat pejabat utama di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya, Selasa (2/6/2026). Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, memimpin langsung upacara tersebut. Polres Tasikmalaya menempatkan pejabat baru pada posisi Wakapolres, Kabag SDM, Kapolsek Taraju, dan Kapolsek Tanjungjaya. Rotasi tersebut menindaklanjuti surat telegram Kapolda Jawa Barat sekaligus menjadi […]

  • Presiden Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan SPPG Polri Palmerah

    Presiden Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan SPPG Polri Palmerah

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Presiden meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 111 Jakarta Barat dan SPPG Polri Palmerah untuk memastikan kualitas makanan serta pemenuhan gizi bagi para siswa.

  • 7 Destinasi Wisata Favorit di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    7 Destinasi Wisata Favorit di Yogyakarta yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Temukan 7 destinasi wisata terbaik di Yogyakarta mulai dari Malioboro, Borobudur, Prambanan, Keraton, Taman Sari, Pantai Parangtritis hingga Tebing Breksi yang wajib masuk daftar liburan Anda.

  • Polres Tasikmalaya Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi, Dua Pelaku Ditangkap

    Polres Tasikmalaya Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi, Dua Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Satreskrim Polres Tasikmalaya menangkap dua pelaku serta mengamankan 10 unit sepeda motor yang diduga hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.

  • Razia Humanis di Singaparna, Pelanggar Lalu Lintas Diberi Tausiah

    Razia Humanis di Singaparna, Pelanggar Lalu Lintas Diberi Tausiah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Satlantas Polres Tasikmalaya menerapkan razia humanis di Singaparna. Pelanggar lalu lintas ringan mendapat tausiah tentang keselamatan berkendara

expand_less