OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut Perkuat Akses Pembiayaan Petani Kentang
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Garut terus mendorong penguatan akses keuangan bagi sektor pertanian melalui pengembangan ekosistem pembiayaan terintegrasi untuk komoditas unggulan kentang.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Akses Keuangan untuk Pengembangan Komoditas Unggulan Kentang dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah Kabupaten Garut Tahun 2026 yang digelar di Taman Teknologi Pertanian, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Garut, Dinas Pertanian, lembaga jasa keuangan, perusahaan penjaminan, BPJS Ketenagakerjaan, koperasi, offtaker, kelompok tani, hingga pelaku usaha di sektor pertanian.
FGD tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengembangan komoditas kentang, memetakan kebutuhan pembiayaan dan perlindungan usaha tani, serta merumuskan model pembiayaan terintegrasi yang mampu menghubungkan seluruh pelaku dalam rantai nilai agribisnis kentang.
Kepala OJK Tasikmalaya yang diwakili Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Putu Arya Wirasetyanta, menegaskan bahwa akses keuangan yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Menurutnya, OJK melalui TPAKD terus mendorong terbentuknya ekosistem pembiayaan yang tidak hanya menyediakan akses permodalan bagi petani, tetapi juga didukung oleh penjaminan, perlindungan asuransi, dan kepastian pasar bagi hasil produksi.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian. Melalui kolaborasi yang terintegrasi, petani dapat memperoleh dukungan yang lebih komprehensif sehingga usaha pertanian menjadi lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Putu Arya.
Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura nasional dengan kentang sebagai komoditas unggulan. Namun, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan akses pembiayaan formal bagi petani, berakhirnya Program UPLAND yang sebelumnya menjadi salah satu sumber dukungan pembiayaan, serta belum optimalnya integrasi rantai pasok dari tingkat produksi hingga pemasaran.
Sementara itu, perwakilan Bagian Perekonomian Daerah Kabupaten Garut, Rina, menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK Tasikmalaya yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu forum kolaboratif.
Ia menilai komoditas kentang memiliki peran strategis terhadap perekonomian daerah sehingga diperlukan dukungan lintas sektor untuk memperkuat ekosistem agribisnisnya.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga jasa keuangan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis dapat memperluas akses pembiayaan, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani kentang di Kabupaten Garut,” katanya.
Melalui forum tersebut, OJK, Pemerintah Kabupaten Garut, dan seluruh anggota TPAKD berkomitmen menyusun rekomendasi strategis yang mencakup pemetaan kebutuhan pembiayaan, identifikasi kendala pengembangan komoditas kentang, penyusunan skema pembiayaan terintegrasi, hingga rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan melalui program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED).
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem agribisnis kentang, memperluas akses keuangan bagi petani, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut yang berkelanjutan. (***)
- Penulis: Rian Sutisna











