Kontingen Kota Tasikmalaya Siap Berlaga di Porprov Jabar 2026, Target 15 Emas
- account_circle Galih Sugih Lugina
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya resmi melepas 566 anggota kontingen untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Alun-Alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, Senin (26/10/2026).
Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, S.Pd., mengatakan kontingen tersebut akan mengikuti pertandingan dari 37 cabang olahraga (cabor) dengan total 44 nomor pertandingan.
Dari 566 anggota kontingen, sebanyak 355 orang merupakan atlet, 83 pelatih, 41 manajer, 20 mekanik, dan 63 ofisial.
Seluruh anggota kontingen diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Kota Tasikmalaya di ajang olahraga tingkat Jawa Barat tersebut.
Anton menjelaskan, KONI menetapkan target prestasi dengan mempertimbangkan hasil evaluasi, potensi atlet, serta capaian pada babak kualifikasi yang telah berlangsung sebelumnya.
Pada babak kualifikasi, atlet Kota Tasikmalaya berhasil mengumpulkan 23 medali emas. Capaian tersebut menjadi salah satu acuan bagi KONI dalam mengukur peluang dan menentukan target pada Porprov Jabar 2026.
“Kalau berbicara target, tentu harus ada dasar yang jelas. Kami melihat hasil babak kualifikasi sebagai salah satu tolok ukur untuk menentukan target yang realistis,” ujar Anton.
Ia menegaskan, medali emas menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan posisi kontingen pada klasemen akhir. Karena itu, KONI Kota Tasikmalaya mendorong para atlet untuk berjuang maksimal dan memanfaatkan setiap peluang meraih podium tertinggi.
Meski demikian, Anton menilai medali perak dan perunggu tetap memiliki arti penting dalam mendukung pencapaian prestasi kontingen secara keseluruhan.
Anton juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Tasikmalaya atas dukungan dan perhatian terhadap pembinaan olahraga serta para atlet. Menurutnya, bentuk perhatian dan penghargaan kepada atlet dapat menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan semangat bertanding.
Sebagai bentuk dukungan moral, Anton mengungkapkan bahwa dirinya juga memberikan apresiasi pribadi berupa medali emas untuk mendorong para atlet agar terus berjuang dan meraih prestasi terbaik.
Mengenai anggaran pembinaan dan bonus bagi atlet berprestasi, Anton menjelaskan bahwa realisasinya tetap mengikuti tahapan perencanaan serta kebijakan pemerintah daerah. Hasil babak kualifikasi juga telah menjadi bahan pembahasan dalam perencanaan anggaran tahun 2027.
Ia berharap dukungan anggaran tersebut dapat terealisasi sesuai mekanisme yang berlaku sehingga pembinaan olahraga di Kota Tasikmalaya semakin optimal dan mampu meningkatkan motivasi para atlet.
Dalam memetakan peluang medali, Anton menyebut sejumlah cabang olahraga yang dinilai memiliki potensi untuk bersaing, di antaranya muay thai, pencak silat, tarung derajat, futsal, dan binaraga.
Cabang-cabang olahraga tersebut dinilai memiliki peluang untuk menyumbangkan medali berdasarkan konsistensi prestasi dan kemampuan atlet yang dimiliki. Khusus futsal, Anton melihat persaingan yang ada menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.
Ia berharap seluruh atlet dapat memaksimalkan persiapan, menjaga kondisi fisik, serta mempertahankan performa selama pertandingan agar mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Anton turut menyoroti perpindahan atlet antardaerah yang memengaruhi kekuatan kontingen Kota Tasikmalaya. Ia menyebut sejumlah atlet memilih membela daerah lain meskipun pengurus cabang olahraga setempat telah berupaya mempertahankan mereka.
Menurutnya, perpindahan atlet menjadi bagian dari dinamika pembinaan dan persaingan olahraga antardaerah. Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan KONI dalam mengukur kekuatan kontingen dan menetapkan target yang realistis.
Meski menghadapi berbagai tantangan, KONI Kota Tasikmalaya tetap berkomitmen mendorong seluruh cabang olahraga untuk mengerahkan kemampuan terbaik. Anton berharap kerja keras atlet, pelatih, dan ofisial dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.
“Kami harus realistis melihat kondisi saat ini, tetapi perjuangan tetap harus maksimal. Harapannya, Kota Tasikmalaya bisa meraih minimal 15 medali emas,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Galih Sugih Lugina
- Editor: Rian Sutisna














