Breaking News
light_mode
Beranda » Sport » Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Bidik 10 Besar Porprov Jabar 2026

Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Bidik 10 Besar Porprov Jabar 2026

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Dalam ajang tersebut, Pemkab Tasikmalaya menargetkan prestasi maksimal dengan menyiapkan bonus Rp100 juta bagi atlet yang berhasil meraih medali emas.

Pelepasan kontingen berlangsung di Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi, jajaran pejabat pemerintah daerah, serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengatakan, kontingen yang diberangkatkan berjumlah 532 orang. Rombongan tersebut terdiri atas 274 atlet yang akan bertanding pada 39 cabang olahraga, 187 pelatih, manajer, dan ofisial, serta 40 orang tim kontingen.

Cecep berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan maksimal, menjaga kondisi fisik, dan membawa pulang medali untuk mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya. Ia juga meminta para atlet menjaga kesehatan serta mengatur waktu istirahat selama mengikuti pertandingan.

“Doa kami menyertai. Semoga pertandingan berjalan lancar dan para atlet membawa medali kebanggaan, khususnya emas. Saya sudah menyampaikan amanat dan motivasi saat pelepasan,” ujar Cecep.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi atlet, Pemkab Tasikmalaya menyiapkan bonus Rp100 juta bagi setiap atlet yang berhasil meraih medali emas. Cecep mengatakan, pemberian bonus tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi para atlet untuk memberikan hasil terbaik dalam kompetisi tingkat provinsi itu.

“Bonus untuk atlet peraih medali emas, Pemkab menyiapkan Rp100 juta. Saya tidak membicarakan peringkat bawah dulu, emas dulu agar menjadi motivasi atlet. Pokoknya, kami terus mendukung atlet kita,” katanya.

Terkait target perolehan medali, Cecep menyerahkan penentuan target teknis kepada KONI Kabupaten Tasikmalaya. Menurut dia, target prestasi perlu disusun secara terukur berdasarkan perhitungan dan kesiapan masing-masing cabang olahraga.

Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi berharap kontingen Kabupaten Tasikmalaya mampu memperbaiki pencapaian pada Porprov Jawa Barat 2026. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya pernah menempati peringkat kesembilan pada Porprov 2018, tetapi mengalami penurunan prestasi pada penyelenggaraan 2022.

Asep meminta seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan jajaran KONI bekerja secara maksimal untuk mengembalikan daya saing olahraga Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap kontingen mampu menembus 10 besar pada klasemen akhir Porprov Jawa Barat 2026.

“Saya titip dan berharap kepada kawan-kawan, terutama KONI dan seluruh kontingen, minimal kita masuk 10 besar. Anggaran saya kira normatif dan cukup,” tutur Asep.

Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, mengatakan pihaknya menargetkan kontingen menembus 10 besar dengan membidik 26 medali emas. Target tersebut menjadi acuan bagi KONI bersama para pelatih dan atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan di setiap cabang olahraga.

Erry menjelaskan, kontingen Kabupaten Tasikmalaya pada Porprov kali ini sepenuhnya mengandalkan atlet lokal. KONI tidak merekrut atlet dari luar daerah karena ingin memperkuat pembinaan dan pengembangan atlet asli Kabupaten Tasikmalaya secara berkelanjutan.

“Target sesungguhnya agak berbeda dengan Porprov sebelumnya. Kami fokus pada pembinaan olahraga, sehingga atlet luar tahun ini tidak ada. Semua atlet yang berangkat adalah putra daerah,” kata Erry.

Menurut Erry, kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pola pembinaan pada penyelenggaraan sebelumnya. Ia menilai, penggunaan atlet dari luar daerah tidak selalu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan atlet lokal, terutama dalam proses regenerasi dan pembinaan prestasi.

Ia menegaskan, keberhasilan atlet daerah meraih medali melalui proses pembinaan sendiri memiliki nilai kebanggaan tersendiri. Karena itu, KONI berupaya membangun fondasi olahraga yang lebih kuat dengan memberikan kesempatan kepada atlet lokal untuk berkembang dan bersaing di tingkat provinsi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamet, mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam mendukung persiapan kontingen. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mengoptimalkan dukungan agar para atlet dapat menjalani pertandingan dengan baik.

Untuk memperkuat pendampingan, Disparpora menginisiasi program “Bapak Asuh” dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dalam mendukung masing-masing cabang olahraga. Melalui skema tersebut, tanggung jawab pendampingan tidak hanya bertumpu pada Disparpora, tetapi juga melibatkan dinas-dinas lain sesuai pembagian tugas.

“Kami melibatkan teman-teman dari dinas lain sebagai Bapak Asuh agar bisa mendorong dan membantu membina para atlet. Jadi, bukan hanya Dinas Pariwisata yang bertanggung jawab. Semua dinas ikut mendampingi masing-masing cabang olahraga untuk mengoptimalkan perolehan medali,” ujar Aam.

Melalui dukungan pemerintah daerah, pembinaan atlet lokal, dan kolaborasi lintas perangkat daerah, kontingen Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu mencapai target 26 medali emas dan menembus 10 besar Porprov Jawa Barat 2026. Pemerintah daerah bersama KONI juga berharap keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi atlet daerah pada masa mendatang. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less