Breaking News
light_mode
Beranda » Eksis » Hemat, Cermat, dan Bersahaja : Pendidikan Nilai untuk Merawat Karakter, Menumbuhkan Iman, dan Meraih Keberkahan

Hemat, Cermat, dan Bersahaja : Pendidikan Nilai untuk Merawat Karakter, Menumbuhkan Iman, dan Meraih Keberkahan

  • account_circle Rifyal Luutfi MR
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

tasikzone.co.id – Hidup hemat, cermat, dan bersahaja bagaian dari point dasa darma pramuka yang mempunyai makna bukan berarti pelit, kikir, terlalu banyak perhitungan, atau merendahkan diri. Sederhana juga bukan berarti menolak kebahagiaan atau menjauh dari kemewahan. Setiap orang berhak hidup bahagia, tetapi kebahagiaan tidak selalu harus diukur dari banyaknya harta atau kemewahan yang dimiliki.

Perilaku hidup hemat dapat ditunjukkan dalam berbagai hal. Misalkan saja hemat waktu, hemat uang, hemat bahan bakar, hemat air atau bisa juga hemat dalam berkata. Tidak keluar rumah dengan berkendaraan untuk hal yang tidak penting juga merupakan bagian dari hidup hemat. Tidak hanya itu, dalam hal berkata kita juga bisa berhemat. Caranya? Cukup dengan mengatakan hal yang penting-penting saja. Atau lebih baik diam jika kita tidak mengetahui hal yang sesungguhnya. Hal ini penting diingat dan dilakukan agar tidak menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Firman Allah swt:

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
“Berikanlah kepada kerabat dekat haknya, (juga kepada) orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Qs. Al Baqoroh: 26-27)

Cermat dalam melakukan sesuatu juga penting dibiasakan sehingga tidak akan menimbulkan kerugian atau salah tafsir bagi orang lain. Termasuk di dalamnya ketika kita sedang membaca atau menulis. Pesan dan informasi yang ditulis dengan cermat dan teliti akan meminimalkan terjadinya ketidaknyamanan ketika orang lain membacanya.

Penanaman sikap hidup hemat, cermat, dan bersahaja dalam ranah pendidikan dapat melahirkan insan-insan yang peduli terhadap sesama. Kebersahajaan yang dimilikinya mengesankan hidup apa adanya sesuai dengan kemampuan. Tidak berlebihan dalam banyak hal meskipun banyak ilmu dan banyak harta. Tunduk dan patuh pada perintah agama lebih diutamakan daripada hidup berfoya-foya. Semoga nasihat untuk diri sendiri ini juga bermanfaat bagi orang lain.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurat ayat 6)
Ayat ini secara eksplisit memerintahkan untuk melakukan tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi, terutama jika datang dari orang yang tidak dapat dipercaya. Tujuannya adalah agar tidak terjadi penyesalan akibat mengambil tindakan gegabah berdasarkan berita yang belum tentu benar.

Bersahaja memiliki makna sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Pemimpin yang bersahaja adalah ia yang menghiasi dirinya dengan kesederhanaan. Ya sederhana dalam berfikir, sederhana dalam bersikap, dan sederhana dalam berpenampilan. Sekilas, pernyataan tersebut akan menimbulkan pemahaman bahwa pemimpin sederhana adalah pemimpin yang biasa-biasa saja. Padahal jika dipahami lebih lanjut, maknanya sungguh dalam dan masih sangat relevan dengan zaman sekarang.

Sederhana dalam berfikir artinya memiliki visi dan misi yang tidak melangit. Pemikirannya seimbang antara konsep ideal dengan realitas yang ada dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat. Sederhana dalam bersikap artinya ketika mengambil keputusan tidak bersifat otoriter apalagi memberatkan rakyatnya.
Selain itu, tidak bertindak semaunya sendiri, melainkan menyerap aspirasi dari pihak-pihak terkait. Sederhana dalam menjalani kehidupan ialah berusaha untuk berpenampilan sederhana. Dalam pemenuhan kebutuhan, tidak mengikuti gengsi melainkan fungsi dari suatu benda. Jika gaya hidup seorang pemimpin glamour, maka hal tersebut dapat menciderai hati dan kebutuhan sosial rakyatnya. Alih-alih meniru perangai, justru fokus rakyat beralih terhadap gaya hidup yang sangat senjang tersebut.

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (Qs. Al `Araf: 31)
Berikut ciri-ciri orang yang bersahaja yakni :

a) Sederhana dalam penampilan dan gaya hidup: Tidak materialistis, tidak memamerkan kekayaan, dan menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil.
b) Jujur dan rendah hati: Tulus dalam bersikap, tidak munafik, dan jujur pada diri sendiri.
c) Merasa cukup dan bersyukur: Tidak berlebihan dalam memenuhi keinginan, dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki, baik hal besar maupun kecil.
d) Tidak berlebihan: Tidak terlalu ambisius dalam mengejar materi atau kesuksesan, serta bertindak sesuai kemampuan.
e) Berempati dan peduli: Memiliki hati yang tulus, baik, dan penyayang, serta peduli pada orang lain tanpa pamrih.
f) Menerima takdir: Menerima dan lapang dada terhadap kehidupan yang dijalani, serta fokus pada hal yang bisa dikontrol.

Hemat, cermat, dan bersahaja bukan sekadar sikap dalam kehidupan sehari-hari, tetapi merupakan nilai pendidikan karakter yang dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab, bijaksana, dan berakhlak mulia. Sikap hemat mengajarkan kita untuk menghargai setiap nikmat dan menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan, sikap cermat membimbing kita agar berpikir sebelum bertindak serta mampu mengambil keputusan dengan bijaksana, sedangkan sikap bersahaja menanamkan kesederhanaan, kerendahan hati, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan.

Ketiga nilai tersebut apabila dilandasi keimanan akan melahirkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mencapai prestasi, melainkan proses merawat karakter, menumbuhkan iman, dan membangun kesadaran bahwa setiap ilmu, tindakan, dan pengabdian harus membawa kemanfaatan. Dengan demikian, hidup hemat menjadi wujud syukur, hidup cermat menjadi bentuk tanggung jawab, dan hidup bersahaja menjadi cerminan akhlak. Ketika ketiganya berjalan bersama dengan iman dan ketakwaan, insyaallah akan lahir generasi yang berkarakter, berintegritas, bermanfaat bagi sesama, serta mampu meraih keberkahan dalam kehidupan.
Hasbunallah wa`nimal wakil

Allah mengetahui atas diammu, juga yang tersembunyi dihatimu.
Allah pun tahu segala yg mengganggu pikiranmu.
Lantas mengapa harus gelisah sedangkan Allah mengetahui segala harapnmu” (***)

  • Penulis: Rifyal Luutfi MR

Rekomendasi Untuk Anda

  • Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Tren thrifting fashion atau berburu baju bekas branded kini semakin diminati kalangan anak muda. Mereka tidak hanya menganggap aktivitas ini lebih hemat, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup modern yang identik dengan fashion unik dan ramah lingkungan. Di berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya, toko thrifting hingga lapak baju bekas terus dipadati pembeli, terutama […]

  • Kodim 0612 Tasikmalaya Bagikan Daging Kurban kepada Warga

    Kodim 0612 Tasikmalaya Bagikan Daging Kurban kepada Warga

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar pemotongan dan pembagian hewan kurban pada Iduladha 1447 H. Daging kurban dibagikan kepada warga, kaum dhuafa, dan anggota Kodim.

  • Kwarcab Kota Tasikmalaya Cetak Jurnalis Muda Pramuka

    Kwarcab Kota Tasikmalaya Cetak Jurnalis Muda Pramuka

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Kwarcab Kota Tasikmalaya melatih anggota Pramuka menjadi jurnalis muda melalui pelatihan jurnalistik, fotografi, etika media, dan literasi digital.

  • Aksi Maling di Cisayong Berujung Pembacokan

    Aksi Maling di Cisayong Berujung Pembacokan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Lima pemuda di Kampung Cinusa Hilir, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya berhasil menggagalkan aksi percobaan pencurian yang terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, salah seorang pemuda berinisial W mengalami luka bacok setelah pelaku mengayunkan golok saat berusaha melarikan diri. W langsung menjalani perawatan intensif di RSUD […]

  • Menghabiskan Masa Tua dalam Gelap, Mak Engkon Terima Uluran Kasih

    Menghabiskan Masa Tua dalam Gelap, Mak Engkon Terima Uluran Kasih

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Mak Engkon, lansia tunanetra di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, menerima bantuan beras dan santunan dari Program Save Jompo Yayasan Padi Nusantara Sejahtera untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

  • Bupati Tasikmalaya Ajak Karang Taruna Bangun Kolaborasi

    Bupati Tasikmalaya Ajak Karang Taruna Bangun Kolaborasi

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, Karang Taruna diharapkan mampu mengembangkan potensi generasi muda sekaligus membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

expand_less