Remaja Asal Padakembang Akhirnya Kembali Ke Keluarga
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Setelah hampir tiga pekan meninggalkan rumah, R (15), remaja putri asal Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya kembali bertemu dengan ibu kandungnya, Euis Ratnasari, di Mapolres Tasikmalaya, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung haru setelah polisi berhasil menemukan R di kawasan Saung Singaparna pada Jumat (30/10/2026). Sebelumnya, remaja tersebut dilaporkan meninggalkan rumah sejak 13 Oktober 2026.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi, mengatakan pihaknya menerima laporan kehilangan pada 27 Oktober 2026.
Setelah melakukan penelusuran dan meminta keterangan tujuh saksi, tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil menemukan keberadaan korban.
Polisi juga memanfaatkan bantuan seorang teman korban untuk menjalin komunikasi hingga akhirnya R ditemukan di kawasan Singaparna.
“Kita nerima laporan 27 Oktober dan ditemukan di Singaparna, ada persoalan keluarga,” kata Ade.
Berdasarkan keterangan korban, kepergiannya dari rumah berkaitan dengan persoalan keluarga yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Selain itu, R juga mengaku mengalami perundungan di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya.
“Jadi korban ini ada masalah keluarga, juga ada perundungan di lingkungan dan sekolah,” ungkap Ade.
Selama meninggalkan rumah, R diketahui berpindah-pindah tempat tinggal di rumah teman-temannya. Ia bahkan tidak membawa pakaian ganti.
Sebelum kembali ke keluarga, R terlebih dahulu mendapatkan pendampingan psikologis di rumah aman untuk membantu memulihkan kondisi mentalnya.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan pendampingan tidak hanya diberikan kepada R, tetapi juga kepada ibu dan kakak kandungnya.
Langkah tersebut bertujuan membantu keluarga memperbaiki komunikasi dan menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman bagi anak.
“Jadi memang ada persoalan ketidaknyamanan di rumah, semua harus baik,” kata Ato.
KPAID mengingatkan orang tua agar lebih terbuka dalam membangun komunikasi dengan anak.
Keluarga harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman sehingga anak tidak merasa tertekan ketika menghadapi persoalan.
Selain itu, pihak sekolah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap praktik perundungan. Upaya tersebut penting untuk memastikan lingkungan pendidikan memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik. (***)
- Penulis: Rian Sutisna














