Breaking News
light_mode
Beranda » News » Forum Leuwikeris Luruskan Narasi soal Eks HGU Wiriacakra

Forum Leuwikeris Luruskan Narasi soal Eks HGU Wiriacakra

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Beredarnya video yang menampilkan sejumlah anggota TNI di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiriacakra memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Potongan rekaman tersebut bahkan disertai narasi yang menyebut adanya intimidasi terhadap petani yang selama ini menggarap kawasan tersebut.

Video yang ramai diperbincangkan itu disebut direkam pada Kamis pekan lalu di area eks HGU PT Wiriacakra yang berada di wilayah Kecamatan Cineam dan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam tayangan yang beredar, terlihat seorang warga sedang menyampaikan pandangannya mengenai persoalan agraria, sementara beberapa anggota TNI berada di sekitarnya.

Munculnya video tersebut kemudian memicu perdebatan publik terkait aktivitas TNI di lokasi yang selama ini diketahui menjadi salah satu lahan garapan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP).

Sekretaris Jenderal Forum Leuwikeris Cineam, Evi Hilman, menilai narasi yang berkembang di media sosial tidak memberikan gambaran utuh mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Saya merasa perlu memberikan penjelasan karena framing yang muncul seolah-olah TNI bertindak arogan. Padahal, setahu saya, proses yang ditempuh sudah melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku,” kata Evi di Jalan Letnan Harun, Rabu (24//06/2026)

Menurut Evi, rencana pemanfaatan sebagian lahan tersebut untuk kepentingan pertahanan negara telah dibahas melalui jalur resmi. Ia menyebut terdapat proses pengajuan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dalam rapat pleno Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

“Mekanisme itu sudah berjalan. Ada berita acara hasil rapat pleno yang diketahui oleh Bupati dan pihak-pihak terkait. Dokumen tersebut menjadi dasar dalam proses pemanfaatan lokasi tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa lahan yang dipersoalkan saat ini merupakan eks HGU PT Wiriacakra yang masa berlakunya telah berakhir pada 2017. Dengan berakhirnya hak tersebut, status lahannya masuk ke dalam kategori tanah negara yang pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena HGU-nya sudah habis, maka statusnya menjadi tanah negara. Untuk pemanfaatannya ada mekanisme yang diatur, termasuk melalui rekomendasi dari pemerintah daerah dan Tim GTRA,” ucap Evi.

Lebih lanjut, ia membantah anggapan bahwa seluruh kawasan eks HGU akan digunakan oleh TNI. Menurut dia, luas lahan yang diajukan hanya sebagian dari keseluruhan area yang ada.

“Yang dimohon itu sekitar 50 hektare. Jadi tidak seluruh lahan yang ada di kawasan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, memberikan klarifikasi resmi terkait hal tersebut. Dia menegaskan, bahwa aktivitas prajurit di lokasi tidak berkaitan dengan penggusuran petani sebagaimana yang ramai dinarasikan di media sosial.

Ia menjelaskan bahwa personel TNI saat itu sedang melaksanakan kegiatan korve atau pembersihan area yang akan digunakan untuk penempatan Batalyon TP di Tasikmalaya.

“Kami perlu meluruskan informasi yang beredar. Tidak ada penggusuran maupun pengrusakan tanaman milik masyarakat dalam kegiatan tersebut,” kata Imvan.

Menurutnya, jumlah personel yang berada di lokasi hanya 18 orang. Karena itu, ia membantah informasi yang menyebut adanya pengerahan ratusan anggota TNI untuk mengambil alih lahan garapan warga.

“Kegiatan yang dilakukan hanya pembersihan semak belukar sebagai persiapan penempatan prajurit. Tidak ada tanaman produktif warga yang dirusak,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Ia menilai informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh suasana.

“Kami berharap persoalan ini bisa dipahami secara utuh sehingga tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu di tengah masyarakat,” katanya. ***

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat tentang Literasi Keuangan

    OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat tentang Literasi Keuangan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    OJK Tasikmalaya edukasi 80 pelajar Sekolah Rakyat tentang literasi keuangan, budaya menabung, pengelolaan uang, dan bahaya judi online.

  • Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan Di Hari Lahir Pancasila

    Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan Di Hari Lahir Pancasila

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan penebaran benih ikan

  • Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Optimistis Indonesia Jadi Produsen Terbesar Dunia

    Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Optimistis Indonesia Jadi Produsen Terbesar Dunia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang sekaligus meninjau proses sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong modernisasi sektor kelautan dan perikanan nasional. Di kawasan tambak seluas sekitar 100 hektare itu, Presiden meninjau langsung proses panen […]

  • Euforia Persib Juara, KONI Bersama Warga Tasik Pilih Gotong Royong Bersihkan Stadion

    Euforia Persib Juara, KONI Bersama Warga Tasik Pilih Gotong Royong Bersihkan Stadion

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Suasana yang biasanya lengang di Stadion Olahraga Rakyat (SOR) Kaliki, Kecamatan Mangunreja, mendadak dipenuhi ratusan warga pada Minggu pagi (24/5/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat berdatangan membawa sabit, mesin pemotong rumput, hingga karung sampah untuk melakukan aksi gotong royong membersihkan area stadion yang selama ini dipenuhi semak belukar. Kegiatan bersih-bersih tersebut digelar sebagai […]

  • Satu Bulan Menunggu, AMT Kritik Kinerja Pengawasan Tempat Karaoke di Kota Tasikmalaya

    Satu Bulan Menunggu, AMT Kritik Kinerja Pengawasan Tempat Karaoke di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya (AMT) mengkritik Pemkot Tasikmalaya karena dinilai belum menunjukkan langkah nyata dalam pengawasan dan pembinaan tempat karaoke setelah satu bulan menunggu tindak lanjut.

  • Peringati Hari Bhayangkara, Polsek Sukarame Berbagi dengan Anak Yatim

    Peringati Hari Bhayangkara, Polsek Sukarame Berbagi dengan Anak Yatim

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Polsek Sukarame Polres Tasikmalaya memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan syukuran, santunan kepada 15 anak yatim, dan syukuran kenaikan pangkat personel Juli 2026.

expand_less