Polres Tasikmalaya Dorong Pelajar Bijak Gunakan AI di Era Digital
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari mendorong Polres Tasikmalaya untuk memperkuat literasi digital di kalangan pelajar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Paham AI yang menyasar lingkungan sekolah. Salah satunya digelar di SMKN 1 Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, dengan melibatkan para siswa dalam pengenalan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara bijak.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk memahami bahwa AI bukan hanya teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk hiburan, tetapi juga memiliki peran besar dalam mendukung proses pembelajaran, kreativitas, hingga pencarian informasi.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui Kasi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari mengatakan, pemahaman mengenai AI penting diberikan sejak dini agar generasi muda mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan etika.
“Edukasi ini diberikan agar para siswa tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman untuk menggunakan AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Triana, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan AI harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Pelajar diharapkan tidak menjadikan teknologi tersebut sebagai pengganti proses berpikir, melainkan sebagai sarana untuk membantu mengembangkan ide dan menunjang kegiatan belajar.
Di tengah perkembangan teknologi yang memungkinkan berbagai tugas, tulisan, gambar hingga karya kreatif dibuat dalam waktu singkat, literasi digital menjadi semakin penting. Penggunaan AI tanpa pemahaman yang memadai dinilai dapat menimbulkan ketergantungan maupun membuka peluang terjadinya penyalahgunaan informasi.
Karena itu, para siswa juga didorong untuk tidak langsung mempercayai setiap informasi yang dihasilkan oleh sistem AI. Verifikasi terhadap sumber informasi tetap diperlukan agar teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab.
Selain kemampuan berpikir kritis, Polres Tasikmalaya turut menekankan pentingnya perlindungan data pribadi serta penghormatan terhadap hak cipta dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
Melalui program tersebut, Polres Tasikmalaya berkomitmen mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan secara berkelanjutan. Edukasi mengenai AI diharapkan dapat membekali pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus memahami berbagai risiko yang menyertainya.
Langkah preventif di lingkungan sekolah ini menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan masyarakat kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan konvensional, tetapi juga menyentuh ruang digital.
Dengan bekal literasi yang memadai, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap memiliki kemampuan berpikir kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan kecerdasan buatan. (***)
- Penulis: Rian Sutisna











