Breaking News
light_mode
Beranda » News » SPBU Kawalu Catat Penurunan Konsumen Pertamax, Namun Masih dalam Batas Normal

SPBU Kawalu Catat Penurunan Konsumen Pertamax, Namun Masih dalam Batas Normal

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

tasikzone.co.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap laju inflasi nasional maupun daya beli masyarakat secara umum. Pasalnya, pengguna BBM nonsubsidi mayoritas berasal dari kalangan menengah ke atas dan tidak mendominasi sektor transportasi logistik yang menjadi penopang distribusi kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut juga terlihat di SPBU 34.46124 yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Meski terjadi kenaikan harga Pertamax dalam beberapa waktu terakhir, penurunan konsumsi dinilai masih dalam batas wajar.

Pengawas SPBU 34.46124, Cuha, mengungkapkan bahwa penjualan Pertamax memang mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan sebelum kenaikan harga. Namun, sebagian besar pelanggan tidak menghentikan konsumsi BBM, melainkan beralih ke jenis bahan bakar yang lebih terjangkau.

“Alhamdulillah, khususnya di SPBU kami, sejak kenaikan harga Pertamax bulan lalu jumlah konsumennya turun sekitar 20 persen. Namun angka tersebut masih tergolong normal. Hanya saja memang ada sebagian pelanggan yang beralih menggunakan Pertalite,” ujar Cuha.

Ia memastikan pasokan BBM di SPBU yang diawasinya tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihak SPBU juga terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh konsumen.

“Untuk pengiriman maupun stok BBM hingga saat ini masih aman. Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh konsumen yang datang ke SPBU,” tambahnya.

Sejalan dengan temuan riset yang dilakukan BRI, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax diperkirakan tidak akan memberikan tekanan besar terhadap inflasi nasional. Sebab, jenis BBM tersebut bukan menjadi bahan bakar utama yang digunakan dalam aktivitas distribusi logistik maupun transportasi barang kebutuhan masyarakat.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan tetap terjangkaunya harga BBM subsidi, dampak kenaikan harga energi di sektor nonsubsidi dapat diminimalkan sehingga tidak terlalu membebani kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less