Bupati Tasikmalaya Temui PKL, Persiapan Penataan Kawasan Masjid Agung Singaparna
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan menata keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di pelataran masjid sebagai bagian dari persiapan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP).
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, turun langsung ke lokasi pada Selasa (30/6/2026) sore untuk berdialog dengan para pedagang.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan nasib para PKL dalam proses penataan kawasan.
Menurut Cecep, pemerintah akan mendata para pedagang yang saat ini berjualan dan memprioritaskan mereka menempati lokasi relokasi yang telah disiapkan.
Karena itu, ia meminta tidak ada penambahan pedagang baru selama proses pendataan berlangsung.
“Penataan ini dilakukan dalam rangka menertibkan kawasan Masjid Agung. Pedagang yang sudah ada akan kami data dan kami tempatkan di lokasi baru,”kata Cecep Kepada wartawan
“Jangan sampai ada penambahan pedagang karena kami memprioritaskan pedagang lama. Saya turun langsung untuk mendengar aspirasi mereka,” ujarnya.
Cecep menjelaskan, penataan kawasan tersebut menjadi bagian dari rencana pembangunan Mall Pelayanan Publik yang akan berdiri di area depan Masjid Agung Baiturahman.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, langkah itu juga bertujuan menciptakan lingkungan masjid yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
“Di depan kawasan ini kami akan membangun Mall Pelayanan Publik yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas. Selain itu, kami ingin kawasan Masjid Agung terlihat lebih asri dan tertib,”katanya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tasikmalaya, Dadang Tabroni, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk mendata PKL sesuai arahan Bupati.
Menurut Dadang, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam proses penataan. Pemerintah terus membangun komunikasi dengan para pedagang agar proses relokasi berjalan lancar.
“Kami menjalankan arahan pimpinan untuk menata kawasan ini secara santun dan humanis. Alhamdulillah para pedagang juga memahami tujuan penataan ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Satpol PP dan Dishubkominfo menggelar operasi gabungan di sejumlah titik, termasuk trotoar depan Masjid Agung Singaparna serta area dalam dan luar Alun-Alun.
Petugas mengarahkan para pedagang yang menempati area pejalan kaki atau memicu kemacetan untuk menempati lokasi yang telah pemerintah siapkan.
Kepala Satpol PP memimpin langsung kegiatan di lapangan. Petugas membantu pedagang membereskan barang dagangan sekaligus mengarahkan mereka ke titik relokasi resmi hasil pemetaan bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Pada saat yang sama, Dishubkominfo menertibkan parkir liar yang kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas pada jam-jam tertentu.
Melalui penataan tersebut, Pemkab Tasikmalaya ingin mengembalikan fungsi Alun-Alun Singaparna sebagai ruang publik yang nyaman, tertib, dan representatif, sekaligus menjaga marwah kawasan Masjid Agung sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Di kalangan pedagang, kebijakan tersebut mendapat respons positif. Salah seorang PKL, Oom, mengaku tidak keberatan mengikuti penataan selama lokasi pengganti memiliki potensi keramaian yang memadai.
“Saya tidak masalah ditertibkan, asalkan tempat relokasinya lebih baik dan tetap ramai pembeli. Di sini kan sudah ramai. Saya percaya pemerintah bisa memberikan solusi yang terbaik,” tuturnya.
Saat ini, petugas terus melakukan pendataan. Pemerintah memastikan hanya PKL yang telah masuk dalam data resmi yang akan menempati lokasi relokasi baru. (***)
- Penulis: Rian Sutisna

