Breaking News
light_mode
Beranda » News » Advancing Classroom English (ACE) : Meningkatkan Kepercayaan Diri Guru SD dalam Menggunakan Classroom English di Kelas

Advancing Classroom English (ACE) : Meningkatkan Kepercayaan Diri Guru SD dalam Menggunakan Classroom English di Kelas

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Perjuangan Tasikmalaya sukses menyelenggarakan kegiatan lokakarya bertajuk Advancing Classroom English (ACE) pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Hotel Horison Tasikmalaya.

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru Sekolah Dasar di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi guru dalam menggunakan Classroom English selama proses pembelajaran di kelas.

Kegiatan lokakarya ini dirancang oleh Dr. Pipit Prihartanti Suharto, M.A. dan Sundari Purwaningsih, M,Pd. dari Prgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Perjuangan Tasikmalaya.

Program ini didukung oleh pendanaan dari Hornby Educational Trust, sebuah lembaga internasional yang berfokus pada pengembangan profesional guru bahasa Inggris, melalui hibah yang dikelola dan disalurkan oleh British Council Inggris.

Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh alumni dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Perjuangan Tasikmalaya yang berperan dalam berbagai aspek teknis dan operasional pelatihan.

Untuk memperkuat kualitas pelatihan, tim lokakarya juga berkolaborasi dengan Primary English Language Teachers of Indonesia (PELTIN), asosiasi profesional yang mewadahi para pengajar bahasa Inggris anak usia dini, khususnya guru Sekolah Dasar, di Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, pelatihan menghadirkan sejumlah tokoh penting dalam PELTIN sebagai fasilitator pelatihan, yaitu Prof. Ika Lestari Damayanti, M.A., Ph.D., Dr. Iyen Nurlaelawati, M.Pd., dan Muhammad Agung Ibrahim, M.Pd. yang membawakan materi inti Classroom English, meliputi Introduction to Classroom English, Opening the Class, Giving Instructions, Monitoring & Prompting, Correcting Politely, dan Closing the Class.

Pada sesi praktik, Sundari Purwaningsih, M.Pd., memandu kegiatan Microteaching dan memberikan umpan balik kepada peserta untuk membantu mereka merefleksikan penggunaan Classroom English dalam pembelajaran.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan dan tercermin dalam hasil refleksi yang dikumpulkan setelah kegiatan.

Mayoritas peserta mengapresiasi pendekatan pelatihan yang praktis, interaktif, dan langsung dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Salah seorang peserta, Siti Rufaidah Khoiriyah, M.Pd., mengungkapkan, “I’m very happy and full of joy.

“Kegiatan hari ini bukan hanya menyenangkan, tapi memberikan semangat dan bimbingan, khususnya kepada saya sebagai guru kelas di SD, agar bisa menggunakan bahasa Inggris di kelas. Terima kasih ACE Project. The best.”kata Siti Rufaidah Khoiriyah, M.Pd

Melalui kegiatan ini, PBI UNPER berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru bahasa Inggris Sekolah Dasar sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan komunitas pendidikan dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang lebih komunikatif dan bermakna bagi siswa. Together, we learn. Together, we grow. Together, we ACE it! (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program SUJUD Hadirkan Bantuan Produktif bagi Panti Asuhan An-Nur

    Program SUJUD Hadirkan Bantuan Produktif bagi Panti Asuhan An-Nur

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Satlantas Polres Tasikmalaya menyalurkan bantuan kambing, benih ikan, dan ikan konsumsi kepada Panti Asuhan An-Nur melalui Program SUJUD untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi panti.

  • OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat tentang Literasi Keuangan

    OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat tentang Literasi Keuangan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    OJK Tasikmalaya edukasi 80 pelajar Sekolah Rakyat tentang literasi keuangan, budaya menabung, pengelolaan uang, dan bahaya judi online.

  • Mojang Jajaka Sukapura Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Cinta Budaya

    Mojang Jajaka Sukapura Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Cinta Budaya

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menilai Pasanggiri Mojang Jajaka Sukapura 2026 menjadi ajang pembinaan generasi muda berkarakter, berprestasi, dan mencintai budaya daerah.

  • Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Tren thrifting fashion atau berburu baju bekas branded kini semakin diminati kalangan anak muda. Mereka tidak hanya menganggap aktivitas ini lebih hemat, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup modern yang identik dengan fashion unik dan ramah lingkungan. Di berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya, toko thrifting hingga lapak baju bekas terus dipadati pembeli, terutama […]

  • Tasikmalaya Menunggu Pemimpin, Bukan Penonton

    Tasikmalaya Menunggu Pemimpin, Bukan Penonton

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Irwan Supriadi Iwok dari PEMANTIK menyoroti defisit keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia meminta transparansi, langkah konkret, dan kepemimpinan dalam menghadapi krisis fiskal daerah.

  • Indonesia Anti Scam Centre Selamatkan Dana Korban Penipuan Rp196,93 Miliar

    Indonesia Anti Scam Centre Selamatkan Dana Korban Penipuan Rp196,93 Miliar

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Indonesia Anti Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan dana korban penipuan sebesar Rp196,93 miliar. OJK mencatat lebih dari 579 ribu laporan penipuan dan memblokir 515 ribu rekening terindikasi.

expand_less