Breaking News
light_mode
Beranda » News » Generasi Muda Jadi Sasaran Kejahatan Finansial, OJK Gencarkan Edukasi di Unpad

Generasi Muda Jadi Sasaran Kejahatan Finansial, OJK Gencarkan Edukasi di Unpad

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

tasikzone.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Kali ini, ratusan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan yang sehat serta kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang kian menyasar kelompok usia produktif.

Edukasi tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru (PAMUKA) Universitas Padjadjaran Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Aula 1 Gedung PPBS B Unpad, Jatinangor, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan pribadi sejak memasuki dunia perkuliahan.

Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah, menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Namun di sisi lain, kelompok ini juga rentan menjadi target berbagai modus kejahatan keuangan, mulai dari pinjaman online ilegal, investasi ilegal, penipuan digital, hingga perjudian online.

Menurutnya, masa perkuliahan sering kali menjadi fase awal kemandirian finansial bagi sebagian mahasiswa. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki sejak dini.

“Mahasiswa perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan serta menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Jangan sampai masa depan yang seharusnya diisi dengan prestasi justru terganggu akibat terjerat pinjaman online ilegal, investasi bodong, maupun berbagai bentuk penipuan digital,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi tersebut, OJK juga memberikan perhatian khusus terhadap tren penggunaan layanan *buy now pay later* atau paylater yang semakin populer di kalangan generasi muda. Mahasiswa diingatkan agar memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak dan sesuai kebutuhan, bukan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif maupun dorongan Fear of Missing Out (FOMO).

OJK menegaskan bahwa setiap keputusan menggunakan fasilitas pembiayaan harus disertai pertimbangan kemampuan membayar agar tidak menimbulkan beban utang yang berpotensi mengganggu kondisi keuangan di masa depan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengelolaan Pendidikan Jarak Jauh Universitas Padjadjaran sekaligus Penanggung Jawab PAMUKA 2026, Mira Trisyani Koeryaman, menyampaikan bahwa literasi keuangan menjadi salah satu materi strategis yang diberikan kepada mahasiswa baru tahun ini.

Menurutnya, meningkatnya kasus kejahatan keuangan yang menyasar generasi muda menjadi alasan penting bagi kampus untuk menghadirkan edukasi dari berbagai instansi eksternal, termasuk OJK.

“PAMUKA 2026 melibatkan sejumlah lembaga eksternal untuk memberikan pembekalan terkait literasi keuangan, keamanan kampus, dan perlindungan kesehatan. Harapannya, mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk menghindari berbagai risiko, termasuk menjadi korban pinjaman online ilegal dan kejahatan keuangan lainnya,” kata Mira.

Melalui kegiatan tersebut, OJK berharap mahasiswa Unpad mampu membangun kecerdasan finansial yang seimbang dengan kemampuan akademik. Dengan tingkat literasi keuangan yang lebih baik, mahasiswa diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara tepat, terhindar dari aktivitas keuangan ilegal, serta menjadi agen edukasi yang menyebarkan informasi keuangan yang benar kepada keluarga dan masyarakat.

Peningkatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa juga dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less