Kepler : Krisis Fiskal Aktivitas OPD Terancam Lumpuh
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Kondisi keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah menjadi perhatian serius.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, mengungkapkan bahwa Pemkot Tasikmalaya saat ini menghadapi krisis fiskal yang cukup berat.
Bahkan, hingga Juni 2026, posisi kas daerah disebut telah mencapai nol rupiah.
Situasi tersebut berdampak langsung terhadap jalannya pemerintahan.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengalami kendala dalam menjalankan program dan kegiatan karena minimnya anggaran operasional.
Kepler menilai gejala melemahnya kondisi keuangan daerah sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun.
Salah satu indikatornya adalah keterlambatan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Jika kondisi ini tidak segera ditangani, saya khawatir target pembangunan yang tertuang dalam visi-misi wali kota dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan sulit tercapai,”ujar Kepler, Rabu (10/6/2026).
Selain menyoroti persoalan fiskal, Kepler juga mengkritik lemahnya koordinasi di lingkungan eksekutif, mulai dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Menurutnya, komunikasi antara eksekutif dan legislatif juga belum berjalan optimal, terutama dalam pembahasan kebijakan strategis seperti rencana refocusing anggaran.
“Badan Anggaran DPRD sudah beberapa kali meminta penjelasan terkait kondisi keuangan daerah dan rencana kebijakan yang akan ditempuh. Namun hingga saat ini, respons dari pihak eksekutif masih belum memadai,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kepler mendesak Pemkot Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret dan strategis.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperjuangkan kembali skema Transfer Keuangan Daerah (TKD) kepada pemerintah pusat serta mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah guna meningkatkan sumber-sumber pendapatan alternatif. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
