Kemarau Panjang Surutkan Air Situ Gede, Hamparan Rumput Hijau Jadi Daya Tarik Baru
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
tasikzone.co.id – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak pada kondisi Situ Gede, salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Tasikmalaya. Debit air danau yang berada di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, terus mengalami penyusutan dalam beberapa pekan terakhir.
Pantauan di lokasi pada Rabu (15/7/2026) menunjukkan penyusutan air paling signifikan terjadi di bagian barat Situ Gede. Sementara itu, area tengah, timur, dan selatan masih menyisakan genangan air dengan kondisi yang relatif aman.
Surutnya permukaan air memunculkan pemandangan yang tidak biasa. Dasar danau yang sebelumnya terendam kini berubah menjadi hamparan rumput hijau yang tumbuh lebat di area yang mengering.
Dari kejauhan, kawasan tersebut tampak menyerupai sabana hijau yang membentang luas. Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan warga yang datang untuk menikmati panorama sekaligus mengabadikannya melalui foto.
Sejak pagi hingga sore hari, sejumlah pengunjung terlihat memanfaatkan area tersebut sebagai lokasi berswafoto. Salah seorang pengunjung, Indra (35), warga Tasikmalaya, mengaku terkesan dengan perubahan pemandangan yang terjadi di Situ Gede.
“Biasanya Situ Gede dipenuhi air dan aktivitas perahu wisata. Sekarang sebagian areanya berubah menjadi hamparan rumput hijau akibat kemarau yang cukup panjang. Pemandangannya jadi berbeda dan menarik untuk dilihat,” ujarnya.
Menurut Indra, kondisi tersebut memang menjadi tanda berkurangnya debit air, namun di sisi lain menghadirkan panorama yang jarang ditemui oleh pengunjung.
“Kami sering datang ke sini bersama keluarga untuk menikmati suasana dan berfoto. Hamparan rumput hijau di dasar danau ini memberikan pemandangan yang unik,” katanya.
Ia menambahkan, area yang mengering itu sekilas terlihat seperti lapangan hijau yang sangat luas sehingga menghadirkan suasana berbeda dibandingkan kondisi normal Situ Gede.
Meski menjadi daya tarik wisata baru, fenomena tersebut tetap mencerminkan dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan air di salah satu danau alami yang menjadi ikon wisata Kota Tasikmalaya. (***)
- Penulis: Rian Sutisna

