Breaking News
light_mode
Beranda » News » Nyulam Runtah Jadi Paripurna, Solusi Kebersihan untuk Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya

Nyulam Runtah Jadi Paripurna, Solusi Kebersihan untuk Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Kabupaten Tasikmalaya membawa dampak positif bagi sektor pariwisata.

Namun, pertumbuhan tersebut juga memunculkan tantangan baru berupa peningkatan volume sampah di kawasan wisata.

Apabila tidak dikelola secara optimal, persoalan sampah berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung, menurunkan kualitas lingkungan, hingga mengganggu daya tarik destinasi wisata itu sendiri.

Menjawab tantangan tersebut, Mojang Pinilih Kabupaten Tasikmalaya Suci Princessa Nagari bersama Jajaka Pinilih Kabupaten Tasikmalaya Iqbal Nurhidayat menginisiasi program bertajuk “Nyulam Runtah Jadi Paripurna”.

Program ini mengusung konsep pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna, sekaligus mendorong terciptanya destinasi wisata yang bersih, tertata, dan ramah lingkungan.

Suci mengatakan, kelestarian lingkungan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya tarik wisata di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurutnya, kebersihan kawasan wisata harus menjadi perhatian bersama agar pengalaman wisatawan tetap terjaga.

“Keindahan alam merupakan kekuatan utama pariwisata Tasikmalaya. Karena itu, menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sektor wisata,”ujar Suci

“Melalui pendekatan nature nurture oriented, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa merawat alam adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,”tambahnya

Sementara itu, Iqbal Nurhidayat menegaskan bahwa pengelolaan sampah di kawasan wisata tidak dapat dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan kebutuhan mendasar dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya mencari panorama yang indah, tetapi juga lingkungan yang bersih dan nyaman untuk dikunjungi.

“Pariwisata modern menuntut pengelolaan destinasi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kami menjadikan kawasan Gunung Galunggung sebagai titik awal implementasi program ini,”ucap Iqbal

“Ke depan, kami berharap konsep daur ulang dan gerakan nature nurture orienteddapat diterapkan di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Tasikmalaya sehingga daerah ini semakin dikenal sebagai tujuan wisata hijau yang berdaya saing,”tandasnya (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less