OJK Tasikmalaya Perkuat Budaya Menabung Pelajar
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Kegiatan berlangsung di Kantor OJK Tasikmalaya, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan OJK, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan serta tenaga pendidik. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda dalam mengelola keuangan.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan edukasi keuangan perlu diberikan sejak usia sekolah seiring semakin mudahnya masyarakat mengakses berbagai produk dan layanan jasa keuangan.
“Hari Indonesia Menabung bukan sekadar peringatan seremonial. Kita ingin menumbuhkan budaya menabung sekaligus membentuk kemampuan anak-anak dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” kata Nofa. melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (28/08/2026)
Menurut dia, kebiasaan menabung juga menjadi bagian dari pembentukan karakter finansial. Pelajar dapat belajar menentukan prioritas, menunda keinginan, menyusun perencanaan dan memahami pentingnya proses dalam mencapai tujuan keuangan.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Tasikmalaya turut mengukuhkan 18 Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) segmentasi prioritas pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya.
Para duta tersebut merupakan pelajar binaan lembaga jasa keuangan yang berasal dari SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 5 Tasikmalaya, SMKN 1 Tasikmalaya, SMAN Plus Pesantren Amanah, SMAN 6 Tasikmalaya, SMK Plus YSB Suryalaya, SMAN 2 Tasikmalaya, SMAN 9 Tasikmalaya, SMK Bina Lestari PUI dan SMA Al Muttaqin.
Program OJK PEDULI merupakan bagian dari upaya OJK memperluas penyebaran informasi dan edukasi keuangan melalui pelajar. Para duta diharapkan dapat menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan sekolah serta menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya dan masyarakat.
“Kami berharap Duta Literasi Keuangan benar-benar menjadi penggerak di sekolahnya. Mereka harus mampu menjadi teladan dalam menabung dan mengelola keuangan, sekaligus mengajak teman sebaya untuk semakin cerdas menggunakan produk keuangan dan terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujar Nofa.
Selain pengukuhan duta literasi, rangkaian kegiatan ditandai dengan pelepasan mobil SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) OJK bersama sembilan mobil edukasi dan kas keliling perbankan di wilayah Priangan Timur.
Mobil tersebut akan mendatangi sekolah binaan masing-masing untuk memberikan edukasi keuangan sekaligus mendekatkan akses layanan keuangan kepada pelajar.
Edukasi keuangan secara serentak juga melibatkan 29 industri jasa keuangan, baik perbankan maupun nonbank, di wilayah Priangan Timur. Kegiatan tersebut menyasar 44 sekolah dengan jumlah peserta lebih dari 4.000 siswa mulai tingkat SD, SMP hingga SMA/sederajat.
Pelepasan mobil edukasi dan kas keliling tersebut menjadi bagian dari komitmen OJK bersama industri jasa keuangan untuk menghadirkan edukasi secara langsung di lingkungan sekolah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Kolaborasi tersebut tercatat telah menghasilkan sejumlah capaian. Dalam periode Juni 2025 hingga Agustus 2026, industri jasa keuangan di wilayah Priangan Timur telah melaksanakan 438 kegiatan edukasi keuangan dengan jangkauan sekitar 44 ribu pelajar.
Selain kegiatan edukasi, sekitar 29 ribu rekening tabungan pelajar dan anak telah dibuka. Total nominal tabungan yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp5,5 miliar.
Ketua FKIJK Priangan Timur sekaligus Pemimpin Bank BJB Cabang Tasikmalaya, Fina Petrina Ahmad, mengatakan industri jasa keuangan memiliki komitmen untuk terus memperluas edukasi dan akses layanan keuangan bagi generasi muda.
“FKIJK Priangan Timur berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan. Bagi kami, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Fina.
Dia menambahkan, kehadiran industri jasa keuangan di lingkungan pendidikan tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga membangun pemahaman serta kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini.
Kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, pimpinan dan perwakilan lembaga jasa keuangan perbankan dan nonbank di Kota Tasikmalaya serta para guru pendamping Duta Literasi Keuangan.
OJK Tasikmalaya bersama FKIJK Priangan Timur menilai keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan.
Melalui rangkaian HIM dan BLK 2026, OJK dan industri jasa keuangan berkomitmen memperluas edukasi serta akses keuangan bagi generasi muda. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pelajar menjadi lebih cerdas, mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan sekaligus mampu mengenali serta menghindari berbagai risiko keuangan.
OJK berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga literasi keuangan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan budaya yang menjadi bekal generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.(***)
- Penulis: Rian Sutisna











