Breaking News
light_mode
Beranda » Eksis » Lebih dari Sekadar Pengabdian : Kisah Mahasiswa KKN Internasional BKS PTN Barat Kelompok 13 di Desa Mandalajaya

Lebih dari Sekadar Pengabdian : Kisah Mahasiswa KKN Internasional BKS PTN Barat Kelompok 13 di Desa Mandalajaya

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Setiap tempat pengabdian memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda. Bagi mahasiswa yang tergabung dalam program International Student Community Engagement (ISCE) sebagai bagian dari KKNI Internasional BKS PTN Barat yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas dan wilayah dalam satu kelompok untuk bersama-sama melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat, cerita tersebut berlangsung di Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat tema utama yang dapat dikembangkan, yaitu Pariwisata, Ekonomi Kreatif, UMKM, serta Seni dan Budaya. Selama minggu pertama, mahasiswa melakukan observasi untuk mengenali kondisi, kebutuhan, dan potensi Desa Mandalajaya. Hasil observasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Kelompok 13 dalam menentukan Pariwisata sebagai tema utama, yang selanjutnya dikembangkan melalui berbagai program kerja dan kegiatan bersama masyarakat. Namun, pengabdian yang dijalankan tidak hanya menjadi ruang untuk melaksanakan program, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan warga, menggali potensi desa, dan membangun kolaborasi secara langsung.

Desa Mandalajaya memiliki beragam potensi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, mulai dari kawasan pesisir dan Pantai Cemara, pertanian dan perkebunan, UMKM, hingga berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Keberagaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi sekaligus memahami kebutuhan dan karakter masyarakat secara langsung. Dari proses mengenal desa inilah berbagai program kemudian dijalankan. Kegiatan yang dilakukan mencakup pemetaan dan digitalisasi informasi desa, edukasi lingkungan pesisir, mitigasi bencana, hingga program pendidikan bagi anak-anak.

Mengenal Desa melalui Pemetaan dan Digitalisasi
Salah satu program utama yang menjadi perhatian mahasiswa adalah Pemetaan dan Digitalisasi Informasi Desa. Program ini menjadi langkah awal untuk mengenali Desa Mandalajaya secara lebih dekat. Pemetaan yang dilakukan tidak sekadar menunjukkan letak suatu tempat, tetapi juga berupaya menggambarkan berbagai hal yang dimiliki Desa Mandalajaya, mulai dari kawasan wisata, fasilitas umum, aktivitas masyarakat, hingga potensi lokal yang dapat dikembangkan.

Hasil pemetaan kemudian diwujudkan dalam bentuk peta informasi Desa Mandalajaya yang memuat berbagai titik penting, fasilitas, serta potensi yang tersebar di wilayah desa. Peta tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pengunjung mengenali wilayah Mandalajaya dengan lebih mudah, sekaligus memberikan gambaran mengenai berbagai hal yang dapat ditemukan di dalamnya.

Tidak berhenti pada pembuatan peta, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya digitalisasi informasi desa. Berbagai informasi yang telah dihimpun dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan potensi Mandalajaya secara lebih luas melalui media digital, sekaligus mendukung pengembangan wisata yang berangkat dari potensi lokal.

Menjaga Pesisir, Membangun Kesadaran
Upaya mengenali potensi Desa Mandalajaya kemudian membawa mahasiswa untuk melihat lebih dekat kawasan pesisir yang menjadi salah satu bagian penting dari kehidupan dan potensi desa. Salah satunya adalah Pantai Cemara, yang tidak hanya memiliki daya tarik wisata, tetapi juga membutuhkan perhatian dalam hal kebersihan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Melalui program edukasi lingkungan dan mitigasi bencana, mahasiswa turut memasang media informasi yang memuat pesan mengenai kebersihan pantai, pengelolaan sampah plastik, keselamatan wisatawan, serta potensi bahaya di kawasan pesisir.

Edukasi tersebut diperkuat melalui pemasangan rambu dan signage di sejumlah titik kawasan pantai serta sosialisasi kepada Karang Taruna dan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama mengenai kebersihan, keamanan, ketertiban, serta pentingnya menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Belajar Bersama Anak-Anak
Semangat menjaga lingkungan juga dibawa mahasiswa ke ruang belajar anak-anak SDN Medangkamulyan melalui program “Sahabat Bumi: Little Hands, Big Impact”. Program ini mengajak peserta didik mengenal pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan menghias tempat sampah secara bersama-sama.

Tidak hanya di bidang lingkungan, mahasiswa juga menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan melalui program “Arabic Fun Learning” yang dilaksanakan di dua Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kampung Sukahaji. Kegiatan ini dikemas sebagai pengenalan dasar bahasa Arab secara interaktif melalui games edukatif, challenge, dan ice breaking.

Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran terasa lebih dekat dengan dunia anak-anak. Materi yang disampaikan tidak hanya menjadi sesuatu yang dipelajari, tetapi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik.

Ketika Pengabdian Menjadi Kedekatan
Kehadiran mahasiswa di Desa Mandalajaya tidak hanya terasa melalui program kerja yang dirancang. Di luar kegiatan formal, mahasiswa juga terlibat langsung dalam kehidupan sosial masyarakat, mulai dari memeriahkan HUT RI, mengikuti pengajian rutin, menonton pertandingan voli bersama, menikmati liwetan bersama warga, hingga membantu pelaksanaan kegiatan cek kesehatan gratis dari puskesmas setempat.

Anak-anak pun kerap datang ke posko sekadar untuk mengajak bermain atau jajan seblak. Dari interaksi sederhana tersebut, kedekatan antara mahasiswa dan masyarakat tumbuh secara alami. Kehangatan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa sering kali membantu memotivasi warga, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM lokal,” ujar Pak Ali, selaku Sekretaris Desa Mandalajaya. Hal senada juga turut disampaikan oleh Pak Mahsum Mahfudin. “Baru kali ini kami merasa dekat sekali dengan anak-anak KKN di luar kegiatan formal, karena mereka mau berbaur dalam kegiatan desa, masyarakat, dan pengajian.”

Antusiasme serupa juga tampak dari anak-anak MDT yang selalu semangat mengikuti setiap pembelajaran. Bahkan menjelang kepulangan mahasiswa, salah satu dari mereka sempat bertanya, “Ibu, bade aya anu KKN deui moal?” (“Bu, apakah nanti akan ada yang KKN lagi?”). Pertanyaan sederhana tersebut menjadi salah satu gambaran kecil tentang kedekatan yang telah terbangun selama mahasiswa berada di Mandalajaya. Kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan program kerja, tetapi juga menghadirkan interaksi dan kenangan yang berarti bagi masyarakat.

Bagi rekan rekan mahasiswa peserta KKN Kelompok 13, Desa Mandalajaya bukan sekadar tempat untuk menjalankan pengabdian, melainkan ruang untuk belajar bahwa kebermanfaatan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana, yaitu berbagi ilmu, mendengarkan cerita warga dalam ruang ruang nonformal, ikut terlibat dalam kegiatan masyarakat, hingga sekadar hadir dan bermain bersama anak-anak.

Melalui semangat mengabdi dan berkolaborasi, jejak mahasiswa mungkin tidak selalu hadir dalam bentuk sesuatu yang besar dan permanen. Namun, setiap pengetahuan, gagasan, dan kontribusi yang diberikan diharapkan dapat terus berkembang serta memberi manfaat bagi Desa Mandalajaya. Pada akhirnya, esensi dari pengabdian sebenarnya bukan hanya tentang program yang berhasil dilaksanakan, tetapi tentang proses saling belajar dan bertumbuh bersama. Setiap kegiatan, pertemuan, dan interaksi dengan masyarakat menjadi pengalaman yang memperkaya mahasiswa sekaligus menghadirkan warna tersendiri dalam perjalanan kami.

Akhir kata, terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Mandalajaya yang telah menerima kami dengan begitu hangat. Atas segala bantuan dalam pelaksanaan program kerja, makanan yang diantarkan, rezeki yang disisihkan, hingga tangan-tangan yang selalu hadir membantu ketika kami menghadapi kesulitan. Mungkin bagi mereka semua itu sederhana, tetapi bagi kami, setiap kebaikan tersebut menjadi bagian yang begitu berarti dalam perjalanan ini.

Semoga kami, mahasiswa KKN INTERNASIONAL 2026 KELOMPOK 13, dikenang sebagai orang-orang yang pernah hadir membawa cerita, berbagi tawa, dan meninggalkan sedikit kebaikan. Kami datang sebagai orang asing dengan latar dan cerita yang berbeda, lalu tumbuh bersama dalam hangatnya kehidupan masyarakat hingga Posko KKN dan Desa Mandalajaya terasa seperti rumah; tempat yang membuat kami pulang bukan lagi sebagai orang asing, melainkan sebagai bagian dari keluarga yang baru kami temukan. Jika suatu hari nama kami kembali disebut, semoga yang teringat bukan hanya tentang mahasiswa yang pernah melaksanakan KKN, tetapi tentang sekelompok anak muda yang pernah menjadi bagian kecil dari kehidupan Mandalajaya dan menyimpan desa ini sebagai bagian dari cerita hidup mereka. (***)

Disusun Oleh Mahasiswa KKN Internasional BKS PTN Barat Kelompok 13

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Video Keributan di Bojonggambir, Pengemudi Pikap Diduga Teler Obat Batuk

    Heboh Video Keributan di Bojonggambir, Pengemudi Pikap Diduga Teler Obat Batuk

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Video keributan di Bojonggambir, Tasikmalaya viral di media sosial. Polisi memastikan tidak ada pembegalan, melainkan kecelakaan tunggal akibat pengemudi diduga mengonsumsi obat batuk berlebihan.

  • Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersatu Hadapi Tantangan Global

    Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersatu Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak Pemuda Muhammadiyah dan generasi muda Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mendukung pembangunan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Badung, Bali, Kamis (21/05/2026). Dalam sambutannya, Wapres menilai dunia saat ini tengah […]

  • Mahasiswa Pertanyakan Keseriusan Pemkot Tasikmalaya Menjalankan Fungsi Pengawasan

    Mahasiswa Pertanyakan Keseriusan Pemkot Tasikmalaya Menjalankan Fungsi Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    tasikzone.co.id — Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya (AMT) mengkritik Pemerintah Kota Tasikmalaya yang tidak menghadiri audiensi lanjutan yang dijadwalkan pada Kamis (13/8/2026). Ketidakhadiran perwakilan pemerintah dinilai menunjukkan kurangnya keseriusan dalam merespons persoalan yang telah disampaikan mahasiswa melalui jalur resmi. Ketua Umum AMT, Riswara Nugroho, mengatakan pihaknya telah menempuh berbagai langkah sesuai mekanisme yang berlaku, mulai dari audiensi, […]

  • Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Juni 2026

    Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Juni 2026

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juni 2026. Harga Dexlite dan Pertamina Dex turun, sementara Pertamax Turbo ikut disesuaikan.

  • OJK Kukuhkan Agen LAKU PANDAI Syariah dan Agen Pegadaian Syariah

    OJK Kukuhkan Agen LAKU PANDAI Syariah dan Agen Pegadaian Syariah

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    OJK mengukuhkan Agen LAKU PANDAI Syariah dan Agen Pegadaian Syariah di Garut untuk memperluas akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat.

  • Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pendidikan, Infrastruktur, dan Ekonomi Desa

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pendidikan, Infrastruktur, dan Ekonomi Desa

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Fokus diarahkan pada perbaikan 32 ruas jalan, peningkatan pendidikan, penguatan koperasi desa, serta program kesehatan dan ketahanan pangan.

expand_less