Breaking News
light_mode
Beranda » News » Sisa Bara Tungku Gula Aren Picu Kebakaran, Tiga Rumah di Bojonggambir Ludes

Sisa Bara Tungku Gula Aren Picu Kebakaran, Tiga Rumah di Bojonggambir Ludes

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id — Tiga unit rumah panggung di Kampung Cikayang RT 001/RW 008, Desa Mangkonjaya, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, terbakar pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Polisi menduga kebakaran bermula dari sisa bara tungku pembuatan gula aren yang berada di dapur salah satu rumah. Bara tersebut diduga menyambar dinding bilik hingga api dengan cepat membesar dan merembet ke dua rumah di sebelahnya.

Tiga rumah yang terdampak kebakaran masing-masing milik Majen (65), Yayah (66), dan Efe Safei (51).

Kapolsek Bojonggambir Ipda Yayat Very Hidayat mengatakan, saat kebakaran terjadi, ketiga pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi. Mereka tengah pergi ke sawah dan ladang yang berada tidak jauh dari permukiman.

“Api diperkirakan berasal dari sisa tungku pembuatan gula aren milik Sdr Majen yang berada di dapur. Bara kemudian merambat ke dinding bilik dan membakar tiga unit rumah,” ujar Yayat dalam laporan yang disampaikannya kepada Kapolres Tasikmalaya.

Api Cepat Merembet ke Dua Rumah

Menurut keterangan polisi, api pertama kali muncul dari bagian dapur rumah Majen yang digunakan untuk kegiatan memasak gula aren.

Sisa bara dari tungku diduga masih menyala. Bara kemudian menyambar dinding bilik yang menjadi bagian dari bangunan rumah.

Material bangunan yang terdiri dari kayu dan bilik bambu membuat api cepat membesar. Dalam waktu singkat, kobaran api merembet ke dua rumah panggung yang berada di sebelahnya.

Melihat kepulan asap dari lokasi kejadian, dua saksi, Nunung Toyibah dan Samsudin Mohamad, langsung meminta pertolongan warga.

Warga kemudian bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas kepolisian tiba di lokasi.

Petugas Polsek Bojonggambir yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama pemerintah desa setempat. Upaya pemadaman akhirnya berhasil mencegah api menjalar ke rumah-rumah lainnya.

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, tiga rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp185 juta.

Yayat merinci, rumah milik Majen berukuran 7 x 5 meter mengalami kerugian sekitar Rp60 juta. Rumah milik Yayah berukuran 6 x 4 meter mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.

Sementara rumah milik Efe Safei yang berukuran 9 x 6 meter mengalami kerugian sekitar Rp75 juta.

“Total kerugian sekitar Rp185 juta,” kata Yayat.

Setelah api berhasil dipadamkan, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. Sementara itu, para pemilik rumah untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat.

Polsek Bojonggambir mengimbau masyarakat, khususnya warga yang menggunakan tungku untuk memasak gula aren, agar memastikan seluruh bara dan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah.

Imbauan tersebut penting untuk mencegah bara api kembali menyala dan memicu kebakaran, terutama pada bangunan yang menggunakan material kayu dan bilik bambu. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less