Reuni Akbar Tiga Dekade, Temu Kangen Hingga Umroh untuk Guru
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Ada suasana yang berbeda di Kampus MAN 2 Kota Tasikmalaya, Minggu (28/6/2026).
Para alumni dari berbagai angkatan berkumpul dalam Reuni Akbar 30 Tahun Ikatan Alumni MAN 2 Kota Tasikmalaya (IKAMAN), sebuah momentum yang bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menghadirkan kisah haru yang membekas di hati para peserta.
Mengusung tema “Tiga Dekade Mengabdi, Satu Ikatan Abadi dalam Naungan Ridho Ilahi”, kegiatan tersebut mempertemukan alumni lintas generasi yang selama puluhan tahun tersebar di berbagai daerah dan profesi. Mereka kembali pulang ke almamater yang pernah menjadi tempat menimba ilmu dan membentuk karakter.
Sejak pagi, suasana kehangatan begitu terasa. Saling sapa, pelukan, hingga tawa penuh kenangan mewarnai pertemuan para alumni yang sebagian besar sudah puluhan tahun tidak berjumpa.
Banyak di antara mereka yang datang bersama keluarga untuk memperkenalkan anak-anak mereka kepada sekolah yang pernah menjadi bagian penting perjalanan hidupnya.
Ketua panitia Amir Mahmud S.E menyampaikan, reuni akbar ini digelar sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah antaralumni sekaligus membangun kembali rasa memiliki terhadap almamater.
“MAN 2 Kota Tasikmalaya telah melahirkan banyak alumni yang kini mengabdi di berbagai bidang. Melalui reuni ini kami ingin menguatkan kembali ikatan kekeluargaan sekaligus membangun sinergi untuk kemajuan almamater,”ujarnya
Namun, momen paling mengharukan terjadi ketika panitia dan alumni memberikan penghargaan khusus kepada para guru yang selama ini telah mengabdikan hidupnya untuk mendidik generasi demi generasi siswa MAN 2 Kota Tasikmalaya.
Di hadapan alumni yang memadati lokasi acara, diumumkan bahwa salah seorang guru mendapatkan hadiah keberangkatan umroh dari alumni. Kejutan tersebut sontak membuat suasana berubah haru.
Tepuk tangan panjang menggema. Sejumlah alumni dan guru tampak menitikkan air mata saat menyaksikan guru yang selama ini mereka hormati menerima hadiah umroh sebagai bentuk cinta, penghormatan, dan rasa terima kasih atas jasa-jasa yang tidak ternilai.
Bagi banyak alumni, para guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas. Mereka adalah sosok yang membimbing, mengarahkan, bahkan menjadi orang tua kedua yang turut menentukan masa depan para siswanya.
“Ilmu yang kami miliki hari ini tidak lepas dari doa dan ketulusan para guru. Hadiah ini mungkin tidak sebanding dengan pengorbanan mereka, tetapi menjadi simbol cinta dan bakti kami kepada para pendidik,”tuturnya
Sementara itu, ketua IKA MAN 2 Kota Tasikmalaya DR Rifyal Lutfi menambahkan reuni Akbar 30 Tahun MAN 2 kota Tasikmalaya bukan hanya untuk melepas kerinduan, namun sebagai momentum menyatukan kembali hati dan langkah para alumni.
“Semoga silaturahmi yang terjalin semakin erat, kolaborasi semakin kuat, dan kecintaan kepada almamater terus menjadi inspirasi untuk berkarya dan mengabdi bagi pertiwi demi tercapainya Ridho Ilahi,”tandasnya
Selain kegiatan silaturahmi dan temu sapa, reuni akbar juga diisi dengan jalan santai, refleksi perjalanan 30 tahun alumni, serta berbagai agenda kebersamaan yang bertujuan memperkuat hubungan antaralumni dan almamater.
Lebih dari sekadar pertemuan nostalgia, reuni tersebut menjadi bukti bahwa ikatan antara guru, siswa, dan almamater tidak pernah benar-benar putus oleh waktu.
Tiga dekade telah berlalu, tetapi rasa hormat kepada guru dan kecintaan kepada MAN 2 Kota Tasikmalaya tetap hidup dalam hati para alumninya.
Di penghujung acara, suasana haru kembali terasa ketika para alumni dan guru berdiri bersama, mengabadikan momen dalam satu bingkai kebersamaan.
Sebuah potret yang menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang proses belajar di kelas, melainkan tentang hubungan kemanusiaan yang terus terjaga sepanjang hayat. (***)
- Penulis: Rian Sutisna

