Breaking News
light_mode
Beranda » News » Anak Putus Sekolah, PD Persis Kota Tasikmalaya Siap Jadi Bagian dari Solusi

Anak Putus Sekolah, PD Persis Kota Tasikmalaya Siap Jadi Bagian dari Solusi

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Pemberitaan mengenai sekitar 4.000 anak putus sekolah di Kota Tasikmalaya mendapat perhatian dari Bidang Pendidikan PD Persis Kota Tasikmalaya.

Organisasi tersebut meminta pemerintah dan instansi terkait memverifikasi data yang beredar secara akademis dan administratif sebelum masyarakat menerimanya sebagai kesimpulan publik.

Bidang Garapan Pendidikan PD Persis Kota Tasikmalaya, Arip Ripandi, menilai masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang komprehensif terkait sumber data, kategori, serta metode pendataan yang digunakan.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan apakah angka 4.000 tersebut benar-benar menunjukkan jumlah anak putus sekolah atau merupakan akumulasi dari beberapa kategori lain, seperti anak tidak sekolah, anak berisiko putus sekolah, maupun peserta didik yang tidak aktif dalam pendidikan formal.

“Sebagai insan pendidikan, saya memandang validitas data harus menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan,”kata Arif kepada wartawan, minggu (07/06/2026)

Lanjutnya, Jangan sampai masyarakat menerima angka yang besar tanpa mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai definisi, sumber, dan metode pendataannya.

“Karena itu, saya berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Arip Ripandi.

Meski demikian, Arip menegaskan bahwa seluruh pihak harus memberikan perhatian serius apabila angka tersebut terbukti benar dan telah melalui proses verifikasi yang akurat.

“Empat ribu anak bukan jumlah yang sedikit. Jika data itu valid, berarti ada ribuan generasi muda yang berpotensi kehilangan akses pendidikan,”tuturnya.

“Ini bukan semata persoalan pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia Kota Tasikmalaya di masa mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor saling berkaitan dalam mendorong anak putus sekolah.

Kondisi ekonomi keluarga, rendahnya motivasi belajar, pernikahan usia dini, lingkungan sosial yang kurang mendukung, hingga minimnya pendampingan bagi peserta didik yang rentan meninggalkan sekolah menjadi penyebab yang kerap ditemukan dalam berbagai penelitian.

Menurutnya, tingginya angka putus sekolah juga berpotensi meningkatkan pengangguran, kemiskinan, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Namun, Arip menegaskan bahwa publik tidak seharusnya hanya berfokus pada perdebatan angka atau statistik.

Seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan setiap anak usia sekolah memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

Terlepas dari benar atau tidaknya angka 4.000 tersebut, jika masih ada anak-anak di Kota Tasikmalaya yang belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal, maka kita semua memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka. Pendidikan adalah hak setiap anak dan menjadi tanggung jawab bersama

Sebagai bentuk komitmen, PD Persis Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menangani persoalan tersebut.

Arip menjelaskan bahwa Persis memiliki jaringan lembaga pendidikan yang cukup luas, mulai dari RA, MI, MTs, MA hingga pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tasikmalaya.

“Apabila terdapat anak-anak yang putus sekolah dan membutuhkan akses pendidikan, kami siap menjadi bagian dari solusi,”tuturnya

“Kami siap menampung mereka di lembaga pendidikan Persis sesuai kapasitas yang tersedia agar mereka kembali memperoleh hak pendidikannya,”tambah Arif

Lebih lanjut, ia menilai penanganan persoalan anak putus sekolah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga para dermawan harus mengambil peran aktif dalam upaya tersebut.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton atau sebatas memberikan kritik. Semua pihak harus hadir dengan solusi nyata. Yang harus kita selamatkan bukan hanya angka statistik, melainkan masa depan generasi Kota Tasikmalaya. Jika ada anak yang terputus dari pendidikannya, maka tugas kita bersama adalah membantu mereka kembali ke bangku sekolah,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Tasikmalaya untuk membangun gerakan bersama guna menekan angka putus sekolah serta memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.530 ekor hewan kurban Diperiksa Oleh DKPPP Tasikmalaya

    1.530 ekor hewan kurban Diperiksa Oleh DKPPP Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Gal
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan, menyebut tim dari DKPPP telah melakukan pemeriksaan intensif selama sepekan terakhir terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya.   “Hingga saat ini, sebanyak 1.530 ekor hewan kurban sudah diperiksa dan seluruhnya dinyatakan sehat tanpa ditemukan indikasi penyakit berbahaya,” kata Cecep. Kamis […]

  • Mojang Jajaka Sukapura Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Cinta Budaya

    Mojang Jajaka Sukapura Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Cinta Budaya

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menilai Pasanggiri Mojang Jajaka Sukapura 2026 menjadi ajang pembinaan generasi muda berkarakter, berprestasi, dan mencintai budaya daerah.

  • Mahasiswa Kritik Satpol PP Tasikmalaya : Jangan Hanya Razia Musiman dan Seremoni

    Mahasiswa Kritik Satpol PP Tasikmalaya : Jangan Hanya Razia Musiman dan Seremoni

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya mengkritik kinerja Satpol PP Kota Tasikmalaya yang dinilai belum tegas memberantas miras, prostitusi terselubung, dan pelanggaran Perda.

  • Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Tren thrifting fashion atau berburu baju bekas branded kini semakin diminati kalangan anak muda. Mereka tidak hanya menganggap aktivitas ini lebih hemat, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup modern yang identik dengan fashion unik dan ramah lingkungan. Di berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya, toko thrifting hingga lapak baju bekas terus dipadati pembeli, terutama […]

  • Generasi Muda Diajak Lestarikan Aksara Sunda Lewat Workshop Literasi

    Generasi Muda Diajak Lestarikan Aksara Sunda Lewat Workshop Literasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – ketua Paguyuban Pasundan Drs. H. Erry Purwanto, M.Si menghadiri Workshop Literasi Aksara Sunda yang digelar di Aula Wiradadaha Kantor Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap warisan leluhur Sunda. Workshop tersebut diikuti para pelajar, pegiat budaya, hingga masyarakat umum yang antusias […]

  • SPBU Kawalu Catat Penurunan Konsumen Pertamax, Namun Masih dalam Batas Normal

    SPBU Kawalu Catat Penurunan Konsumen Pertamax, Namun Masih dalam Batas Normal

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    SPBU 34.46124 Kawalu, Kota Tasikmalaya mencatat penurunan konsumen Pertamax sekitar 20 persen setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Namun kondisi tersebut masih dinilai normal karena sebagian pelanggan beralih ke Pertalite.

expand_less