Breaking News
light_mode
Beranda » News » Tasikmalaya Menunggu Pemimpin, Bukan Penonton

Tasikmalaya Menunggu Pemimpin, Bukan Penonton

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Kondisi defisit keuangan yang tengah dihadapi Pemerintah Kota Tasikmalaya mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Irwan Supriadi Iwok, aktivis PEMANTIK (Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi), yang menilai situasi tersebut seharusnya menjadi alarm darurat bagi seluruh jajaran pemerintahan daerah.

Menurut Irwan, hingga saat ini publik belum memperoleh penjelasan yang memadai terkait kondisi fiskal daerah. Selain itu, masyarakat juga belum melihat langkah-langkah terobosan yang mampu meyakinkan bahwa pemerintah memiliki strategi untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Yang terlihat di ruang publik justru minim penjelasan, minim langkah terobosan, dan minim kepemimpinan yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa situasi masih terkendali,” kata Irwan. Kepada wartawan, jumat (05/06/2026)

Ia menilai, apabila sebagian besar kas daerah terserap untuk belanja pegawai dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sementara sejumlah program pembangunan terancam tertunda, maka persoalan yang terjadi tidak lagi sebatas defisit anggaran.

“Jika benar kondisi tersebut terjadi, maka yang sedang dihadapi bukan sekadar defisit anggaran, melainkan krisis tata kelola pemerintahan. Pemerintah berisiko menjadi institusi yang lebih sibuk membiayai dirinya sendiri dibanding melayani dan membangun masyarakat,” ujarnya.

Irwan juga menyoroti ditutupnya akses Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi keuangan daerah. Menurutnya, langkah tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah terhadap keterbukaan informasi.

“Transparansi seharusnya diperkuat ketika kondisi sedang sulit, bukan justru semakin tertutup. Dalam situasi krisis, pembatasan informasi hanya akan memunculkan spekulasi dan menggerus kepercayaan publik,” katanya.

Selain aspek tata kelola, Irwan mengingatkan adanya dampak ekonomi yang berpotensi dirasakan masyarakat apabila kondisi fiskal tidak segera ditangani. Menurutnya, keterlambatan proyek pembangunan, berkurangnya belanja pemerintah, dan tersendatnya pembayaran kegiatan akan berimbas langsung kepada masyarakat kecil.

“Pelaku UMKM, pekerja harian, hingga para rekanan pemerintah merupakan pihak yang pertama merasakan dampaknya. Ketika uang berhenti beredar, ekonomi melambat dan daya beli masyarakat ikut tertekan,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, Irwan menilai masyarakat berhak mempertanyakan peran dan langkah konkret yang diambil kepala daerah dalam menghadapi persoalan keuangan yang sedang terjadi.

“Krisis fiskal tidak bisa dihadapi dengan diam. Kota tidak membutuhkan pemimpin yang hanya hadir saat seremoni dan peresmian. Kota membutuhkan nahkoda yang berani menjelaskan kenyataan, mengambil keputusan yang tidak populer sekalipun, serta memimpin langsung upaya penyelamatan keuangan daerah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila kondisi tersebut terus berlanjut tanpa langkah luar biasa, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pada program pembangunan tahun berjalan, tetapi juga terhadap citra dan reputasi Pemerintah Kota Tasikmalaya.

“Yang terancam bukan hanya program pembangunan. Reputasi Kota Tasikmalaya sebagai daerah yang mampu mengelola pemerintahan secara sehat dan bertanggung jawab juga ikut dipertaruhkan,” katanya.

Menurut Irwan, defisit anggaran memang dapat terjadi di berbagai daerah. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana pemerintah merespons dan mengelola situasi tersebut.

“Sejarah mencatat banyak daerah tidak runtuh karena kekurangan uang semata, tetapi karena para pemimpinnya terlalu lama diam ketika tanda-tanda bahaya sudah terlihat di depan mata,” ujarnya.

Karena itu, Irwan menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak sedang menunggu alasan ataupun pembenaran. Publik, kata dia, menunggu keberanian, keterbukaan, dan solusi nyata dari pemerintah daerah.

“Jika pemerintah hanya mampu membiayai birokrasi tetapi tidak mampu menggerakkan pembangunan, maka publik berhak mempertanyakan untuk siapa sebenarnya anggaran daerah dikelola,” pungkasnya.

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Cecep Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Komitmen Kebangsaan

    Bupati Cecep Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Komitmen Kebangsaan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., pimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Senin (1/6/2026) di halaman depan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Pada kesempatan tersebut, Bupati Cecep memimpin upacara sebagai inspektur sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Melalui amanat itu, BPIP mengajak seluruh […]

  • Pengurusan Izin PBG Dapur MBG di Tasikmalaya Dilakukan Secara Kolektif

    Pengurusan Izin PBG Dapur MBG di Tasikmalaya Dilakukan Secara Kolektif

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id — Para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tasikmalaya kembali berkumpul dalam kegiatan silaturahmi dan koordinasi guna memperkuat sinergi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan yang dihadiri para pemilik dapur MBG tersebut difokuskan untuk menyelaraskan pemahaman terkait kewajiban administrasi yang harus dipenuhi setiap dapur penyelenggara sesuai petunjuk teknis pemerintah. Pembina Paguyuban […]

  • Public Forum Pinta Transparansi Rekrutmen Sensus Ekonomi 2026 BPS Kota Tasikmalaya

    Public Forum Pinta Transparansi Rekrutmen Sensus Ekonomi 2026 BPS Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Galih
    • 0Komentar

    TPF menilai jawaban BPS belum membuka sistem penilaian, pemeringkatan, dan dokumen seleksi rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026.

  • Kantor KPU Kota Tasikmalaya Tetap Bisa Digunakan Tanpa Sewa

    Kantor KPU Kota Tasikmalaya Tetap Bisa Digunakan Tanpa Sewa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    KPU Kota Tasikmalaya mendapat kepastian dari Bupati Tasikmalaya untuk tetap menggunakan kantor milik Pemkab Tasikmalaya melalui skema pinjam pakai tanpa biaya sewa.

  • Forum Koperasi Kelurahan Merah Putih Mengadu ke DPRD, Soroti Regulasi dan Lahan

    Forum Koperasi Kelurahan Merah Putih Mengadu ke DPRD, Soroti Regulasi dan Lahan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Forum Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Tasikmalaya menyampaikan berbagai aspirasi kepada DPRD, mulai dari kepastian regulasi, penyediaan lahan, dukungan anggaran, hingga sinergi program SPPG.

  • Masjid As-Shodiqin, Destinasi Singgah Unik di Perbatasan Banjar–Majenang Play Button

    Masjid As-Shodiqin, Destinasi Singgah Unik di Perbatasan Banjar–Majenang

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Di jalur selatan yang menghubungkan Kota Banjar dan Majenang, terdapat sebuah tempat singgah unik yang memadukan nuansa wisata religi, arsitektur ikonik, dan area rekreasi keluarga. Tempat itu adalah Masjid As-Shodiqin, yang juga dikenal masyarakat sebagai Masjid Perahu atau Masjid Apung Wanareja. Masjid ini berada di kawasan Rest Area Talaga Sunda seluas kurang lebih […]

expand_less