Masjid As-Shodiqin, Destinasi Singgah Unik di Perbatasan Banjar–Majenang
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Di jalur selatan yang menghubungkan Kota Banjar dan Majenang, terdapat sebuah tempat singgah unik yang memadukan nuansa wisata religi, arsitektur ikonik, dan area rekreasi keluarga. Tempat itu adalah Masjid As-Shodiqin, yang juga dikenal masyarakat sebagai Masjid Perahu atau Masjid Apung Wanareja.
Masjid ini berada di kawasan Rest Area Talaga Sunda seluas kurang lebih 12 hektar, tepat di pinggir jalan nasional lintas selatan Jawa. Lokasinya yang strategis, berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, menjadikan tempat ini salah satu titik favorit bagi para pemudik, musafir, hingga wisatawan yang melintasi jalur Banjar–Majenang.
Begitu memasuki kawasan masjid, pengunjung langsung disambut pemandangan bangunan megah berbentuk bahtera raksasa yang berdiri di atas danau buatan.
Desainnya yang menyerupai kapal besar membuat masjid ini tampil berbeda dibanding tempat ibadah pada umumnya. Dari kejauhan, bangunan tersebut tampak seolah mengapung di tengah air, menciptakan panorama yang menarik sekaligus menenangkan.
Konsep arsitekturnya dirancang langsung oleh pemilik kawasan, Haji Engking Sodiqin, bersama arsitek asal Yogyakarta. Nuansa Timur Tengah terasa sejak memasuki gerbang utama yang dibuat menyerupai pintu Masjid Nabawi. Sementara bagian dalam masjid tampil minimalis namun tetap elegan, dengan sirkulasi udara yang sejuk sehingga membuat jamaah merasa nyaman saat beribadah.
Salah satu detail unik yang menjadi perhatian pengunjung adalah keberadaan batu api besar di area depan imam. Batu tersebut telah berada di lokasi sebelum pembangunan masjid dimulai dan tetap dipertahankan sebagai simbol alas atau jangkar bahtera.
Ruang utama masjid cukup luas dan mampu menampung sekitar 300 jamaah. Selain digunakan untuk salat harian, masjid ini juga kerap menjadi lokasi kegiatan keagamaan dan peringatan hari besar Islam.
Namun daya tarik kawasan ini tidak berhenti pada wisata religi saja. Karena menyatu dengan area rekreasi keluarga, pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas wisata air di sekitar danau. Tersedia wahana perahu bebek, gondola, hingga speed boat yang dapat digunakan untuk mengelilingi pulau buatan di tengah danau.
Di tengah danau terdapat bangunan kastil bergaya Eropa yang menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto. Area sekitarnya juga dipercantik dengan taman kaktus, deretan pohon palem, serta ruang terbuka yang membuat suasana terasa asri dan nyaman untuk bersantai bersama keluarga.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner, kawasan ini terhubung langsung dengan Warung Dahar Talaga Sunda yang menyajikan berbagai menu khas, mulai dari olahan udang hingga gurame bakar madu.
Fasilitas umum di kawasan ini pun tergolong lengkap. Area parkirnya luas dan mampu menampung kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga bus pariwisata. Toilet dan tempat istirahat juga tersedia dengan kondisi yang bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Menariknya, wisatawan yang datang untuk beribadah tidak dikenakan tiket masuk ke area masjid. Pengunjung hanya membayar tarif parkir kendaraan standar di kawasan rest area.
Dengan perpaduan konsep wisata religi, arsitektur unik, dan fasilitas rekreasi keluarga, Masjid As-Shodiqin menjadi salah satu destinasi singgah yang layak dikunjungi saat melintasi jalur selatan Jawa. Tempat ini bukan hanya menghadirkan suasana ibadah yang tenang, tetapi juga pengalaman wisata yang menarik dalam satu kawasan terpadu. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
- Sumber: Berbagai sumber
