Viral Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa, Bupati Tasikmalaya Siapkan CCTV dan PJU
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, meninjau langsung Jembatan Ciloa yang menghubungkan Desa Cibatu, Kecamatan Karangnunggal, dengan Desa Gunungsari, Kecamatan Cikatomas, Senin (26/10/2026).
Peninjauan tersebut menyusul viralnya video di media sosial yang memuat dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengendara yang melintasi jembatan tersebut.
Dalam kunjungannya, Cecep menjelaskan bahwa Jembatan Ciloa merupakan bagian dari program pembangunan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Jawa Barat melaksanakan pembangunan jembatan tersebut hingga rampung pada 2025.
Cecep menyayangkan munculnya dugaan pungli yang meresahkan masyarakat. Selain persoalan tersebut, ia juga menerima informasi mengenai aksi vandalisme dan pencurian komponen jembatan, termasuk baut. Kondisi itu mendorong warga berinisiatif melakukan penjagaan secara swadaya di kedua sisi jembatan.
“Saya ingin mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset kita semua. Jembatan ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian PU. Setelah selesai, harus dijaga, dirawat, dan dipelihara oleh masyarakat supaya awet,” ujar Cecep saat meninjau lokasi.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana memasang penerangan jalan umum (PJU) dan kamera pengawas atau CCTV di kawasan jembatan.
Menurut Cecep, pemasangan fasilitas tersebut diperlukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus memantau aktivitas masyarakat di sekitar jembatan. CCTV juga diharapkan dapat membantu mencegah tindakan vandalisme, pencurian komponen jembatan, serta kebiasaan membuang sampah sembarangan.
“Kenapa perlu lampu? Karena di sini rawan. Kenapa perlu CCTV? Supaya terpantau, mengantisipasi warga yang membuang sampah sembarangan atau membuka baut jembatan. Semuanya akan dimonitor langsung dari Gedung Bupati,” tegasnya.
Cecep juga meminta kepala desa setempat dan para pedagang yang beraktivitas di sekitar jembatan untuk ikut menjaga keamanan dan kebersihan kawasan tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat penting agar fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pemkab Tasikmalaya selanjutnya akan berkoordinasi dengan PT PLN dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menyiapkan jaringan listrik resmi. Langkah tersebut bertujuan memastikan lampu penerangan dan CCTV dapat beroperasi secara optimal selama 24 jam.
“Nanti Kabid Sapras (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana) Dinas Perhubungan akan turun bersama PLN untuk memasang KWH meter khusus Dishub. Kami titip kepada warga agar fasilitas seperti CCTV ini dijaga bersama, jangan sampai malah hilang,” tambah Cecep.
Sementara itu, kepolisian melakukan penyelidikan dan penelusuran lapangan menyusul beredarnya video dugaan pungli di Jembatan Ciloa melalui media sosial.
Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat bersama Kapolsek Cikatomas IPTU Dandan Ramdani menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, petugas tidak lagi menemukan aktivitas pungutan liar terhadap pengendara yang melintas di jembatan tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta bijak menggunakan media sosial serta segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Pemerintah daerah berharap pemasangan fasilitas penerangan dan CCTV, disertai keterlibatan masyarakat serta pengawasan aparat, dapat menjaga keamanan Jembatan Ciloa sekaligus memastikan infrastruktur tersebut berfungsi dengan baik untuk kepentingan bersama. (***)
- Penulis: Rian Sutisna














