Breaking News
light_mode
Beranda » News » OJK Tasikmalaya : Sektor Jasa Keuangan Priangan Timur Stabil, Kredit Tumbuh 3,26 Persen

OJK Tasikmalaya : Sektor Jasa Keuangan Priangan Timur Stabil, Kredit Tumbuh 3,26 Persen

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati menyampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Tasikmalaya masih berada dalam kondisi stabil dan terjaga hingga Juni 2026. hal ini disampaikannya melalui pers rilis yang diterima redaksi 26 Agustus 2026

Hal tersebut tercermin dari kinerja sektor perbankan di wilayah Priangan Timur yang menunjukkan perkembangan positif di tengah kondisi perekonomian nasional yang relatif stabil.

Nofa Hermawati menjelaskan, berdasarkan data hingga Juni 2026, total aset perbankan di Priangan Timur mencapai Rp90,94 triliun atau tumbuh 4,54 persen secara tahunan (yoy).

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,60 persen yoy menjadi Rp37,13 triliun. Adapun kredit yang diberikan perbankan mencapai Rp58,19 triliun atau tumbuh 3,26 persen yoy.

Meski fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik, OJK Tasikmalaya tetap mencermati Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada pada level 156,69 persen.

Di sisi lain, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 4,75 persen. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas 5 persen, meskipun meningkat dibandingkan posisi Mei 2026 sebesar 4,71 persen.

Dari sisi penggunaan, struktur kredit di Priangan Timur masih didominasi kredit konsumsi sebesar Rp30,87 triliun atau 53,06 persen. Selanjutnya kredit investasi mencapai Rp19,12 triliun atau 32,85 persen dan kredit modal kerja sebesar Rp8,20 triliun atau 14,09 persen.

Menurut Nofa, dominasi kredit konsumsi menunjukkan masih tingginya peran sektor rumah tangga dalam menopang pertumbuhan penyaluran kredit di wilayah Priangan Timur.

Sementara itu, kredit kepada sektor UMKM mencapai Rp24,84 triliun atau 42,70 persen dari total kredit. Kondisi tersebut menunjukkan perbankan tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.

Nofa Hermawati menambahkan, OJK Tasikmalaya akan terus mendorong perkembangan sektor jasa keuangan yang sehat, sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dan memperluas akses keuangan masyarakat. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less