Breaking News
light_mode
Beranda » poltik dan hukum » Yayasan Terafiliasi Pejabat BGN Diduga Raup Insentif Triliunan

Yayasan Terafiliasi Pejabat BGN Diduga Raup Insentif Triliunan

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Tasikzone.co.id – Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menetapkan dan menahan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun 2025–2026.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan ketiga tersangka yang ditahan yakni DH selaku mantan Kepala Badan Gizi Nasional, SS selaku mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, serta LP selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.

“Tim penyidik telah menetapkan dan melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Syarief di Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah mulai menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sejak 6 Januari 2025 sebagai program prioritas nasional melalui Badan Gizi Nasional.

Program tersebut bertujuan memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi anak sekolah dengan dukungan anggaran sebesar Rp85,27 triliun pada 2025 dan Rp268 triliun pada 2026 yang bersumber dari APBN.

Dalam penyelidikan, penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam penunjukan yayasan yang menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Seharusnya, pengelolaan program dilakukan oleh yayasan yang memenuhi persyaratan. Namun, penyidik menduga sejumlah yayasan justru terafiliasi dengan pejabat maupun pegawai BGN sehingga tidak memenuhi syarat sebagai mitra SPPG.

Meski demikian, yayasan-yayasan tersebut tetap lolos verifikasi melalui Portal Mitra BGN setelah mendapat atensi dari DH dan SS.

Penyidik menduga yayasan yang terafiliasi dengan para tersangka itu menerima insentif bernilai miliaran rupiah setiap hari dan mencapai triliunan rupiah dalam satu tahun.

Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan intervensi para tersangka dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.

DH, SS, dan LP diduga memengaruhi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) sehingga tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Akibatnya, sejumlah pengadaan diduga mengalami mark up harga yang menimbulkan pemborosan serta merugikan keuangan negara.

Beberapa pengadaan yang menjadi temuan penyidik antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan nilai kontrak mencapai Rp1,03 triliun. Penyidik menduga vendor pelaksana, PT YAT, tidak memenuhi persyaratan karena tidak memiliki dealer maupun bengkel aktif serta terdapat indikasi mark up harga.

Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan penyimpangan dalam pengadaan 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci yang diduga tidak sesuai ketentuan serta mengalami mark up.

Kejaksaan Agung menyatakan dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tersebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara. Namun, besaran kerugian masih dalam proses perhitungan oleh auditor.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

penyidik juga menerapkan Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (***)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Tasikmalaya Rotasi Empat Jabatan Strategis

    Polres Tasikmalaya Rotasi Empat Jabatan Strategis

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Polres Tasikmalaya menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) empat pejabat utama di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya, Selasa (2/6/2026). Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, memimpin langsung upacara tersebut. Polres Tasikmalaya menempatkan pejabat baru pada posisi Wakapolres, Kabag SDM, Kapolsek Taraju, dan Kapolsek Tanjungjaya. Rotasi tersebut menindaklanjuti surat telegram Kapolda Jawa Barat sekaligus menjadi […]

  • Tasikmalaya Menunggu Pemimpin, Bukan Penonton

    Tasikmalaya Menunggu Pemimpin, Bukan Penonton

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Irwan Supriadi Iwok dari PEMANTIK menyoroti defisit keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia meminta transparansi, langkah konkret, dan kepemimpinan dalam menghadapi krisis fiskal daerah.

  • TPAKD Garut Masuk Nominasi Terbaik Jawa-Bali, Pembiayaan Petani Kentang Capai Rp20 Miliar

    TPAKD Garut Masuk Nominasi Terbaik Jawa-Bali, Pembiayaan Petani Kentang Capai Rp20 Miliar

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id — Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut masuk nominasi Program TPAKD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Jawa-Bali dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil kolaborasi pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses pembiayaan […]

  • ICW Soroti Kasus BGN, Minta Dugaan Korupsi Program MBG Diusut Tuntas

    ICW Soroti Kasus BGN, Minta Dugaan Korupsi Program MBG Diusut Tuntas

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    ICW meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka dokumen proyek kepada publik, serta menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat.

  • SPBU Kawalu Catat Penurunan Konsumen Pertamax, Namun Masih dalam Batas Normal

    SPBU Kawalu Catat Penurunan Konsumen Pertamax, Namun Masih dalam Batas Normal

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    SPBU 34.46124 Kawalu, Kota Tasikmalaya mencatat penurunan konsumen Pertamax sekitar 20 persen setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Namun kondisi tersebut masih dinilai normal karena sebagian pelanggan beralih ke Pertalite.

  • Miris, 25 Siswa SD di Taraju Belajar di Rumah Panggung Lapuk dan Bocor

    Miris, 25 Siswa SD di Taraju Belajar di Rumah Panggung Lapuk dan Bocor

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Sebanyak 25 siswa kelas jauh SDN Kubangsari di Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, terpaksa belajar di rumah panggung lapuk yang bocor saat hujan. Warga berharap pemerintah segera membangun ruang kelas permanen.

expand_less