Breaking News
light_mode
Beranda » News » Komisi II DPRD Tasikmalaya Bahas Penyesuaian HET LPG 3 Kg, Pertimbangkan Biaya Distribusi dan Keterjangkauan Masyarakat

Komisi II DPRD Tasikmalaya Bahas Penyesuaian HET LPG 3 Kg, Pertimbangkan Biaya Distribusi dan Keterjangkauan Masyarakat

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

tasikzone.co.id – Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jumat (28/8/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat I DPRD Kota Tasikmalaya tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Rahmat Sutarman, dan diikuti sejumlah anggota Komisi II.

Dalam rapat tersebut, Komisi II menghadirkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag), Kepala Bagian Ekonomi Setda, serta Kepala Bagian Hukum Setda Kota Tasikmalaya.

Pembahasan utama dalam rapat kerja tersebut berkaitan dengan rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram bagi masyarakat di wilayah Kota Tasikmalaya.

Komisi II menilai pembahasan HET LPG 3 kg perlu dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Selain menyangkut kepentingan masyarakat sebagai konsumen, penetapan HET juga berkaitan erat dengan kelancaran distribusi, biaya transportasi, kondisi geografis, serta keberlangsungan pasokan LPG bersubsidi di tingkat pangkalan resmi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Rahmat Sutarman, mengatakan penyesuaian HET perlu dirumuskan secara hati-hati agar kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan keseimbangan antara kepentingan masyarakat, pelaku distribusi, dan pemerintah.

Menurutnya, LPG 3 kg merupakan salah satu kebutuhan energi penting bagi masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Karena itu, perubahan harga eceran tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan masyarakat untuk memperoleh LPG dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan.

“Penyesuaian HET ini dipandang perlu guna menjaga stabilitas stok dan kelancaran pasokan elpiji bersubsidi di tingkat pangkalan resmi,” ujar Rahmat.

Ia menjelaskan, evaluasi terhadap HET tidak hanya didasarkan pada harga LPG di tingkat agen maupun pangkalan, tetapi juga perlu memperhitungkan komponen biaya yang muncul dalam proses distribusi.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah jarak tempuh pengangkutan LPG dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menuju pangkalan-pangkalan resmi yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tasikmalaya.

“Jarak tempuh angkut dari SPBE menuju pangkalan-pangkalan resmi menjadi salah satu variabel penentu dalam evaluasi HET kali ini,” tambahnya.

Rahmat menilai, perbedaan jarak distribusi dapat berpengaruh terhadap biaya operasional yang harus dikeluarkan dalam proses penyaluran LPG. Oleh karena itu, perhitungan HET perlu dilakukan berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak merugikan salah satu pihak.

Di sisi lain, Komisi II juga menekankan pentingnya memastikan LPG 3 kg benar-benar tersedia di pangkalan resmi dengan harga yang sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, penyesuaian harga harus diikuti dengan penguatan pengawasan terhadap rantai distribusi. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan harga di tingkat masyarakat serta memastikan LPG bersubsidi dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang memang berhak.

“Yang tidak kalah penting adalah pengawasan. Jangan sampai setelah ada penyesuaian HET, justru muncul persoalan baru di lapangan. Masyarakat harus mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga yang sesuai ketentuan dan pasokannya tetap tersedia,” katanya.

Komisi II juga meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan koordinasi secara intensif dengan perangkat daerah terkait serta pihak-pihak yang terlibat dalam tata niaga LPG 3 kg. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi distribusi dan struktur biaya sebelum keputusan mengenai penyesuaian HET ditetapkan.

Pembahasan bersama jajaran eksekutif juga diarahkan untuk memastikan setiap kebijakan yang nantinya diambil memiliki dasar perhitungan yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain aspek harga, rapat kerja tersebut turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasokan LPG 3 kg di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya. Ketersediaan LPG bersubsidi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan keberlangsungan usaha mikro yang sangat bergantung pada energi tersebut.

Komisi II berharap kebijakan penyesuaian HET nantinya tidak hanya menyelesaikan persoalan dari sisi harga, tetapi juga mampu memperbaiki tata kelola distribusi LPG bersubsidi secara keseluruhan.

Dengan adanya kepastian mengenai harga, distribusi, serta mekanisme pengawasan, diharapkan tidak terjadi kesenjangan harga yang terlalu tinggi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Rahmat menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal proses pembahasan bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya hingga diperoleh formulasi HET yang dinilai paling tepat.

“Prinsipnya, kita ingin ada keseimbangan. Distribusi harus tetap berjalan, pangkalan juga harus mampu menjalankan usahanya secara wajar, tetapi kepentingan dan daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Ia berharap hasil pembahasan tersebut nantinya dapat memberikan kepastian hukum bagi para pelaku distribusi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai pengguna LPG 3 kg.

Melalui rapat kerja tersebut, Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen mencari formulasi penyesuaian HET LPG 3 kg yang realistis, terukur, dan sesuai kondisi di lapangan.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat, memastikan kelancaran distribusi, mencegah terjadinya kelangkaan, serta menjamin keberlanjutan pasokan LPG bersubsidi di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya. (***)

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersatu Hadapi Tantangan Global

    Wapres Gibran Ajak Pemuda Muhammadiyah Bersatu Hadapi Tantangan Global

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak Pemuda Muhammadiyah dan generasi muda Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mendukung pembangunan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Badung, Bali, Kamis (21/05/2026). Dalam sambutannya, Wapres menilai dunia saat ini tengah […]

  • Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    Thriving Fashion: Tren Baju Bekas Branded Kian Digemari Anak Muda

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Tasikzone.co.id – Tren thrifting fashion atau berburu baju bekas branded kini semakin diminati kalangan anak muda. Mereka tidak hanya menganggap aktivitas ini lebih hemat, tetapi juga menjadikannya bagian dari gaya hidup modern yang identik dengan fashion unik dan ramah lingkungan. Di berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya, toko thrifting hingga lapak baju bekas terus dipadati pembeli, terutama […]

  • ESDM Pasang Spanduk Larangan Aktivitas Tambang di Gunung Peti

    ESDM Pasang Spanduk Larangan Aktivitas Tambang di Gunung Peti

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Kantor Cabang Dinas ESDM Wilayah VI Tasikmalaya bersama stakeholder meninjau lokasi tambang di Gunung Peti Bungursari dan memasang spanduk larangan aktivitas tambang sebagai tindak lanjut keluhan warga

  • Yayasan PNS Salurkan Bantuan untuk Penderita Stroke di Kawalu

    Yayasan PNS Salurkan Bantuan untuk Penderita Stroke di Kawalu

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    Bantuan ini menjadi bagian dari program kepedulian sosial bagi warga kurang mampu.

  • ICW Soroti Kasus BGN, Minta Dugaan Korupsi Program MBG Diusut Tuntas

    ICW Soroti Kasus BGN, Minta Dugaan Korupsi Program MBG Diusut Tuntas

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    ICW meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka dokumen proyek kepada publik, serta menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat.

  • OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat tentang Literasi Keuangan

    OJK Tasikmalaya Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat tentang Literasi Keuangan

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Rian Sutisna
    • 0Komentar

    OJK Tasikmalaya edukasi 80 pelajar Sekolah Rakyat tentang literasi keuangan, budaya menabung, pengelolaan uang, dan bahaya judi online.

expand_less