Garut dan Tasikmalaya Jadi Penopang Utama Penyaluran KUR di Priangan Timur
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mencatat kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 tetap stabil dan menunjukkan pertumbuhan positif di tengah kondisi ekonomi nasional yang terus bergerak ekspansif.
Dari sektor perbankan, total aset perbankan di Priangan Timur tumbuh 3,78 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp3,27 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 6,91 persen menjadi Rp2,37 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 1,89 persen mencapai Rp1,06 triliun.
OJK menyebut fungsi intermediasi perbankan masih berjalan baik dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga dalam batas aman.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 14,96 persen yoy. Sementara kredit konsumsi naik 5,35 persen, sedangkan kredit modal kerja mengalami kontraksi sebesar 7,41 persen.
Peningkatan kredit investasi dinilai sejalan dengan membaiknya optimisme pelaku usaha serta pertumbuhan ekonomi regional yang relatif stabil pada awal 2026. Permintaan pembiayaan jangka panjang meningkat terutama untuk pengembangan kapasitas usaha dan pengadaan barang modal.
Secara sektoral, penyaluran kredit terbesar masih mengalir ke sektor rumah tangga sebesar 44,67 persen, disusul perdagangan besar dan eceran 23,71 persen, sektor non lapangan usaha lainnya 8,55 persen, pertanian-kehutanan-perikanan 6,17 persen, serta industri pengolahan 5,85 persen.
Di sisi pembiayaan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp9,43 triliun dengan total 11.670 debitur.
Kabupaten Garut menjadi wilayah dengan penyaluran KUR terbesar senilai Rp541 miliar untuk 9.759 debitur. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp430 miliar, Kabupaten Sumedang Rp324 miliar, Kabupaten Ciamis Rp321 miliar, Kota Tasikmalaya Rp202 miliar, Kabupaten Pangandaran Rp94 miliar, dan Kota Banjar Rp43 miliar.
Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai Rp670,41 miliar. Selanjutnya sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp481,38 miliar serta sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan sebesar Rp393,03 miliar.
Sementara itu, dari sisi pasar modal, jumlah investor di Priangan Timur terus bertambah. Hingga akhir Maret 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) saham mencapai 227.013 atau tumbuh 36,55 persen yoy.
Jumlah investor reksa dana meningkat signifikan menjadi 676.246 SID atau tumbuh 76 persen yoy. Sedangkan investor Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 17.327 SID atau naik 29,63 persen yoy.
Sejalan dengan pertumbuhan investor, nilai transaksi saham di Priangan Timur juga melonjak 124,83 persen yoy menjadi Rp1,4 triliun.
Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), pembiayaan pergadaian mencatat pertumbuhan tertinggi dengan outstanding pembiayaan naik 24,57 persen menjadi Rp6,62 miliar.
Selain itu, outstanding pembiayaan modal ventura tumbuh 7,89 persen menjadi Rp505,32 miliar dan perusahaan pembiayaan meningkat 4,71 persen menjadi Rp5,29 triliun.
Dalam aspek edukasi dan perlindungan konsumen, sepanjang triwulan I 2026 OJK Tasikmalaya telah melaksanakan 20 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti 10.991 peserta dari berbagai segmen masyarakat.
OJK juga menggencarkan program edukasi berbasis multiplier effect melalui pelatihan bagi penyuluh agama dan kolaborasi literasi keuangan bersama paguyuban Mojang Jajaka di sejumlah daerah.
Sementara itu, sebanyak 494 pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan telah ditindaklanjuti dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen.
Adapun layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK mencatat 2.921 permintaan layanan, terdiri dari 1.826 layanan langsung dan 1.095 layanan daring.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menegaskan pihaknya akan terus mendorong penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta inovasi dan digitalisasi sektor jasa keuangan guna memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat di Priangan Timur. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
