Breaking News
light_mode
Beranda » News » Menghabiskan Masa Tua dalam Gelap, Mak Engkon Terima Uluran Kasih

Menghabiskan Masa Tua dalam Gelap, Mak Engkon Terima Uluran Kasih

  • account_circle Rian Sutisna
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tasikzone.co.id-Sinar matahari sore yang menembus celah dinding rumah sederhana di Kampung Cijerah, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tak lagi bisa dinikmati oleh Mak Engkon.

Selama empat tahun terakhir, perempuan lanjut usia itu harus menjalani kehidupannya dalam kegelapan setelah kehilangan kemampuan melihat.

Di masa senjanya, Mak Engkon tinggal bersama putri semata wayangnya di rumah sederhana yang jauh dari kemewahan.

Lantai semen tanpa pelapis, minim perabotan, serta tidak adanya televisi menjadi gambaran keseharian yang mereka jalani. Sebuah tikar mendong yang terhampar di ruang utama menjadi tempat beristirahat sekaligus berkumpul bagi keluarga kecil tersebut.

Namun, Minggu (7/6/2026), suasana haru dan bahagia menyelimuti kediaman Mak Engkon. Melalui Program Save Jompo, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera menyalurkan bantuan berupa beras dan santunan uang tunai guna membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kedatangan para relawan disambut hangat oleh Mak Engkon dan putrinya. Meski bantuan yang diberikan tidak sepenuhnya menghapus berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, perhatian tersebut menjadi bukti nyata bahwa masih ada kepedulian yang hadir untuk menemani perjuangan hidupnya.

Ketua RW 003, Dion, mengapresiasi langkah Yayasan Padi Nusantara Sejahtera yang telah memberikan perhatian kepada salah seorang warganya yang membutuhkan bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Padi Nusantara Sejahtera atas kepeduliannya kepada warga kami. Mak Engkon memang sangat layak menerima bantuan karena kondisi ekonominya terbatas dan saat ini juga mengalami gangguan penglihatan,” ujar Dion.

Sementara itu, Relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Ustad Agus Marwan, mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi yang dialami Mak Engkon. Menurutnya, Program Save Jompo hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

“Saya sangat terharu ketika melihat kondisi Mak Engkon secara langsung. Beliau tinggal di rumah yang sangat sederhana dan harus menjalani hari-harinya tanpa dapat melihat. Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian terhadap para lansia yang membutuhkan uluran tangan,” kata Agus.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban hidup Mak Engkon dan keluarganya. Selain itu, ia juga mendoakan agar Mak Engkon senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.

“Kami berdoa semoga Mak Engkon selalu diberikan kesehatan, umur yang penuh berkah, serta kesabaran dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan pertolongan bagi beliau beserta keluarganya,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan yang harus dijalani, Mak Engkon mungkin tidak lagi dapat melihat wajah-wajah yang datang membawa bantuan. Namun, kepedulian yang hadir sore itu menjadi bukti bahwa masih banyak hati yang mampu merasakan dan memahami kesulitan sesama.

Sebuah perhatian sederhana yang menghadirkan harapan bagi seorang ibu yang menghabiskan masa tuanya dalam kegelapan, namun tetap ditemani oleh kepedulian dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.

  • Penulis: Rian Sutisna

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less