Remaja Putri Hilang Hampir Tiga Pekan di Tasikmalaya Akhirnya Ditemukan Selamat
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Kabar melegakan datang dari Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Seorang remaja putri berinisial R (15), warga Kampung Desa Kolot, Desa Rancapaku, yang dilaporkan hilang selama hampir tiga pekan, akhirnya berhasil ditemukan polisi dalam kondisi selamat.
R dilaporkan meninggalkan rumah sejak 13 Oktober 2026. Saat itu, R berpamitan untuk bermain. Namun, hingga beberapa waktu kemudian, ia tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga sempat berupaya menghubunginya melalui telepon seluler milik ibunya yang dibawa korban, tetapi komunikasi sulit terjalin meski nomor tersebut sempat aktif.
Ibunda korban, Euis Ratnasari, mengaku sangat khawatir atas hilangnya sang anak. Ia bersama keluarga bahkan melakukan pencarian secara mandiri selama kurang lebih dua pekan, tetapi belum membuahkan hasil.
“Saya laporan anak saya hilang di KPAID. Kemarin nggak laporan karena HP anak saya masih aktif,” ujar Euis.
Setelah menerima laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya langsung melakukan upaya pencarian dan penelusuran keberadaan korban.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, menjelaskan bahwa petugas telah memeriksa tujuh orang saksi yang sempat berinteraksi dengan korban selama meninggalkan rumah. Dari hasil penelusuran, polisi memperoleh sejumlah petunjuk mengenai lokasi yang pernah disinggahi R, mulai dari wilayah Kudang, Cisayong, hingga Dapur MBG di kawasan Kubang Eceng, Leuwisari.
Menurut Josner, proses komunikasi dengan korban sempat mengalami kendala karena telepon seluler yang digunakannya kehabisan kuota internet. Petugas kemudian berupaya memenuhi sejumlah kebutuhan korban, termasuk makanan, agar komunikasi dan proses pencarian dapat berjalan lebih baik.
“Komunikasi sempat terhambat karena korban kehabisan kuota. Kami akhirnya berikan kebutuhan korban termasuk untuk makan,” kata Josner, Minggu (1/11/2026).
Polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan R setelah melakukan pendekatan melalui seorang teman yang dikenalnya selama berada di luar rumah. Petugas memanfaatkan komunikasi tersebut untuk mengajak korban bertemu hingga akhirnya R bersedia datang ke lokasi yang telah disepakati.
Korban kemudian ditemukan di kawasan Simpang Gebu, tidak jauh dari Saung Singaparna. Setelah memastikan kondisinya, polisi langsung melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, memastikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran sementara, korban meninggalkan rumah atas kemauannya sendiri dan tidak ditemukan indikasi penculikan.
“Anggota selalu bekerja dengan hati melayani masyarakat. Korban kami temukan dan sekarang kami titipkan di rumah aman sambil pemulihan psikologis kerja sama dengan KPAID dan UPTD PPA,” kata Heru.
Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengungkapkan bahwa persoalan ketidaknyamanan dalam lingkungan keluarga menjadi salah satu latar belakang kepergian korban dari rumah.
“Anak ada ketidaknyamanan di keluarga makanya kita lakukan pemulihan kedua belah pihaknya,” kata Ato.
Saat ini, R masih menjalani pendampingan di rumah aman untuk memulihkan kondisi psikologisnya. KPAID bersama UPTD PPA juga melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya sebelum proses pemulangan dilakukan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan hubungan keluarga serta memastikan korban memperoleh lingkungan yang aman dan nyaman setelah mengalami peristiwa tersebut. (***)
- Penulis: Rian Sutisna














