Kedaulatan Pangan Jadi Fokus Pemerintahan Prabowo di Tengah Ketidakpastian Dunia
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus menghentikan kebocoran kekayaan negara. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri panen raya udang dan meninjau proses sortir hasil panen di kawasan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selama 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis di sektor pangan mulai menunjukkan hasil positif. Menurutnya, Indonesia kini telah mampu mencapai swasembada pada beberapa komoditas pangan utama.
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung. Kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan, mungkin 4 sampai 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menilai capaian tersebut menjadi modal penting di tengah kondisi global yang masih diwarnai konflik dan ketidakpastian geopolitik. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, termasuk sektor pertahanan dan pangan.
“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita harus waspada. Kita harus punya kekuatan untuk menjaga kekayaan kita,” katanya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam Indonesia harus dilakukan secara mandiri dan berpihak kepada kepentingan rakyat, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.
“Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu atau negara-negara tertentu. Ini perintah Undang-Undang Dasar dan harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti persoalan kebocoran kekayaan negara yang menurutnya masih menjadi tantangan besar. Ia memastikan pemerintah akan bekerja keras untuk menghentikan kebocoran tersebut agar hasil kekayaan bangsa dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.
“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad bersama seluruh jajaran pemerintah akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” ucap Presiden.
Presiden menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera, dengan kekayaan negara yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat.
Naskah ini disusun berdasarkan rilis resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres). (***)
- Penulis: Rian Sutisna
