Polda Jabar Pastikan Rekrutmen Akpol, Bintara dan Tamtama Polri Transparan
- account_circle Rian Sutisna
- calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikzone.co.id – Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Fadly Samad, memastikan proses rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri 2026 di lingkungan Polda Jabar berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
Polda Jabar melaksanakan seluruh tahapan seleksi secara terbuka sehingga peserta dapat langsung mengetahui hasil yang diperoleh pada setiap tes.
Fadly menegaskan transparansi menjadi prinsip utama dalam penerimaan anggota Polri. Panitia menampilkan nilai hasil ujian secara langsung melalui layar komputer maupun monitor yang tersedia di lokasi tes sehingga peserta dapat melihat hasilnya secara real time.
“Selesai tes nilai langsung terpampang di layar, semua peserta bisa melihat hasilnya, baik nilainya sendiri maupun peserta lain,” kata Kombes Pol Fadly Samad dalam keterangannya, Kamis (27/5/2026).
Ia menjelaskan, Polri telah menerapkan sistem seleksi terbuka sejak beberapa tahun terakhir sebagai bentuk komitmen menghadirkan proses penerimaan yang objektif dan bebas dari praktik kecurangan.
Melalui sistem tersebut, panitia juga memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan koreksi apabila menemukan ketidaksesuaian nilai saat tes berlangsung.
“Peserta tes ketika merasa nilainya tidak sesuai, diberikan kesempatan untuk mengoreksi kepada panitia. Mereka juga sudah mengetahui bobot penilaian akademik, psikologi, maupun jasmani. Dengan sistem terbuka ini, calon taruna bisa menghitung sendiri hasil yang diperoleh,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Polda Jabar menerapkan pengawasan berlapis pada seluruh rangkaian seleksi. Pengawasan internal melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar, sedangkan pengawasan eksternal melibatkan unsur organisasi masyarakat guna memastikan proses berjalan jujur dan profesional.
Fadly menegaskan seluruh tahapan seleksi harus menjunjung tinggi integritas dan prinsip meritokrasi sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi. Menurutnya, panitia tidak memberikan perlakuan khusus kepada peserta tertentu karena seluruh proses seleksi mengacu pada kemampuan masing-masing peserta.
Panitia memulai tahapan seleksi dari pendaftaran online dan verifikasi administrasi, kemudian melanjutkannya dengan pemeriksaan administrasi awal (rikmin awal), pemeriksaan kesehatan tahap pertama (rikkes 1), tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga tes akademik, komputer, Mental Ideologi (MI), dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).
Setelah itu, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap kedua (rikkes 2), tes kesamaptaan jasmani, wawancara PMK dan psikologi, hingga pemeriksaan administrasi akhir (rikmin akhir) sebagai tahapan penentu kelulusan akhir.
Sebelum memasuki ruang ujian, panitia melakukan pemeriksaan ketat terhadap peserta untuk memastikan tidak ada perangkat komunikasi maupun alat lain yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang selama tes berlangsung.
“Tes CAT ini dirancang untuk mengukur potensi dan karakter peserta secara objektif. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, dan hasilnya murni berdasarkan kemampuan masing-masing,” tutur Fadly.
Melalui proses seleksi yang profesional, objektif, dan transparan, Polda Jawa Barat berkomitmen mencetak calon anggota Polri yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di masa mendatang.
Sementara itu, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko menegaskan keterbukaan dalam proses seleksi menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Polda Jabar memastikan tidak ada jalan pintas dalam seleksi penerimaan anggota Polri, baik Taruna Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Setiap peserta yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria kemampuan dan integritas,” ujar Condro. (***)
- Penulis: Rian Sutisna
